Usut Video Mesuji, Polri Panggil Saksi Ahli
VIVAnews - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia akan mendatangkan saksi ahli untuk menyelidiki video tragedi Mesuji, Sumatera Selatan dan Lampung.
"Kami akan lihat dari rekaman itu, apakah itu asli atau tidak," kata Juru Bicara Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Sabtu 21 Januari 2012.
Saud menambahkan, video itu akan diteliti dengan menggunakan perangkat dari tim forensik. "Jadi, nanti bisa digambarkan, oh ini tambahan-tambahan, misalnya kepalanya A, tapi badannya ternyata B. Itu akan bisa kami lihat di uji forensik dan kami akan menangani secara bertahap. Nanti, akan ada waktu dan prosesnya," kata dia.
Saat ini, Saud menuturkan bahwa polisi juga tengah menuntaskan pembunuhan terhadap seorang warga, Made Aste yang diduga dilakukan oleh oknum polisi.
"Kami akan kroscek di lapangan. Tim kami juga sudah memproses. Bahkan, proses disiplin sudah selesai, tinggal pidana untuk anggota. Namanya proses pidana, kalau ada rekayasa pasti akan ketahuan," kata Saud. (art)
KPK Panggil Mantan Menkes Siti Fadilah Supari
VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari. Siti Fadilah rencananya akan menjadi saksi dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan penanganan wabah flu burung di Kementerian Kesehatan pada tahun 2007.
"Ibu Siti Fadilah akan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Rustam Pakaya," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di kantor KPK, Jakarta, Selasa 17 Januari 2012.
Siti Fadilah Supari rencananya akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sekitar pukul 10.00 WIB, namun hingga saat ini Siti Fadilah belum hadir di Gedung KPK.
Dalam kasus ini KPK juga memeriksa mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Ratna Dewi Umar.
Sebelumnya, mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Pakaya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada September 2011.
Rustam diduga telah memperkaya diri sendiri dalam pengadaan Alkes Flu Burung tahun 2007, saat itu yang bersangkutan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran. Bersama Rustam, KPK juga telah menetapkan Ratna Dewi Umar sebagai tersangka. (ren)
• VIVAnewsBanjir Pondok Labu, Komnas HAM Panggil Foke
VIVAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan memanggil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, untuk mendiskusikan masalah banjir yang kerap melanda pemukiman warga Pondok Labu, Jakarta Selatan.
"Meminta klarifikasi bagaimana Pemprov DKI menangani kasus banjir di Pondok Labu," kata Komisioner Komnas HAM, Syafrudin, Jumat, 2 Desember 2011.
Saat ditanya apakah Gubernur Fauzi Bowo yang akan datang untuk menyampaikan penjelasan terkait permasalahan yang dialami warga. Syafrudin tidak bisa memastikan. Tapi pertemuan akan dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB.
"Belum tahu apakah akan datang. Bisa saja diwakili, dan walikota Jakarta Selatan akan datang," ujarnya.
Selain akan mengklarifikasi, Komnas HAM akan mendesak Pemprov DKI segera mencari solusi, dan dukungan untuk mengatasi masalah warga dan termasuk biayanya.
"Proses bisa saja melakukan musyawarah dengan warga. Saat ini sedang dibuat skema untuk melakukan pertemuan antara DKI, Marinir, dan warga," katanya lagi.
Ditambahkan Syafrudin, dalam waktu dekat ini akan segara dicari solusi untuk kepentingan semua pihak. Komnas HAM sebelumnya sudah menemui warga, Marinir, dan melakukan pemantauan di lapangan.
"Akan dilihat dari berbagai sisi, karena setiap pihak punya pendapat dan pandangan. Marinir sudah memiliki pandangan yang sama dengan warga," katanya.
(umi)