Banjir Bertahun, Warga Keluhkan Drainase
VIVAnews - Sejak siang hingga malam hari ini, hujan terus turun di beberapa daerah di Sulawesi Utara. Salah satunya Kota Bitung, kota langganan banjir yang sudah bertahu-tahun dikeluhkan warga. Lokasi banjir kali ini berada di bagian kampung Tinombala, warga yang berpemukim di daerah itu mengeluh akibat drainase yang tidak memadai belum diperhatikan pemerintah.
Tentu saja ini meresahkan warga. Kasman, seorang warga Tinombala, mengatakan bahwa pemerintah selayaknya bisa memperhatikan drainase yang ada di pemukiman mereka. "Mudah-mudahan hujan tidak turun terus, karena drainase sudah tidak berfungsi," ujarnya, kepada VIVAnews.
Air yang meluap setinggi paha orang dewasa itu hingga kini masuk ke pemukiman warga. Mereka disibukan untuk mengeringkan air yang masuk ke dalam rumah mereka. Tapi apa daya, cuaca hujan sampai malam ini belum kunjung berhenti.
Pemerintah Kota Bitung juga dinilai belum bisa memperhatikan bencana banjir di daerah itu dengan bukti bahwa warga sudah bertahun-tahun mengeluhkan hal ini.
Badan Meteorologi Klimatalogi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini agar waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang pada sore-malam hari, 13 Februari 2012.
Prakiraan cuaca di Sulawesi Utara hari ini di Kota Manado, Kota Kotamobagu, Kota Tomohon, Kota Bitung, Ondong Siau, Boroko, Ratahan, Air Madidi, Amurang, Melongguane, Tahuna, Tondano dan Lolak mengalami cuaca hujan ringan hingga esok hari dan hanya Melongguane yang diperkirakan akan terjadi hujan sedang dengan Suhu 24 - 31 °C, kelembaban 70 - 95 persen, dan kecepatan angin 20 km/jam.
Empat Kabupaten Paling Rawan Banjir di Jatim
VIVAnews - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat, mewaspadai ancaman banjir yang dimungkinkan menerjang wilayahnya. Siaga itu disiapkan untuk mengantisipasi ancaman banjir akibat terus meningginya debit air di Sungai Bengawan Solo dan intensitas hujan yang terus mengguyur.
Keempat kabupaten, yakni Tuban, Lamongan, Gresik dan Bojonegoro dinyatakan sebagai daerah siaga banjir.
Empat kabupaten itu merupakan daerah yang paling rawan banjir di Jatim. Kabupaten Tuban, Lamongan dan Gresik dinyatakan siaga satu. Sedangkan Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebagai daerah siaga dua. "Saya minta empat daerah itu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir. Masyarakat harus mentaati instuksi yang diberikan masing-masing kabupaten," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf Selasa, 17 Januari 2012.
Pemprov Jatim, lanjut Gus Ipul, panggilan akrabnya, sudah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap ancaman banjir. Diantaranya, mendukung pendirian Posko di empat kabupaten/kota itu.
Disebutkan, bantuan dana yang dikeluarkan membuat Posko beragam, antara Rp150 juta hingga Rp300 juta. Selain pendirian Posko banjir, lanjutnya, Pemprov Jatim menyiapkan bahan makanan untuk warga. Termasuk menyiagakan tim kesehatan dan penanggulangan bencana.
"Saya minta masyarakat ikut terlibat dalam menanggulangi banjir agar tidak terjadi korban seperti tahun lalu," pintanya.
Jika memang terjadi banjir, Pemprov Jatim juga akan memberikan mengganti bibit kepada petani yang sawahnya terendam. Dan, untuk hewan ternak, akan dilakukan peninjauan untuk dipertimbangkan pemberian ganti. "Itu, kalau membuat warga miskin akan kami bantu. Semuanya sudah kami identifikasi," tegasnya.
Untuk teknis, Pemprov Jatim juga sudah melakukan beberapa langkah penanggulangan. Dengan pembuatan kanal, bendungan dan pompa air.
Banjir Bandang Menerjang Sabang, Aceh
VIVAnews - Tiga warga terluka dan puluhan rumah rusak akibat diterjang banjir bandang di Sabang, Provinsi Aceh Senin tengah malam. Banjir bandang yang menerjang pemukiman warga itu juga mengakibatkan longsor dan merusak badan jalan.
Walikota Sabang, Munawarliza Zainal mengatakan, banjir bandang terjadi di beberapa desa di Sabang di antaranya Desa Balohan, Kecamatan Sukajaya, Desa Ie Meule, Cot Bak U, Ujong Kareung, dan Pasiran. Enam rumah diantaranya mengalami rusak ringan.
“Banjir bandang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB Senin tengah malam dan baru surut sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, “Alhamdulillah, tidak ada korban meninggal,” kata Munawarliza, saat dihubungi VIVAnews.com Selasa 27 Desember 2011.
Para korban musibah itu kini telah dirawat di rumah sakit umum setempat. Mereka mengalami patah tulang dan luka ringan. Para korban itu antara lain, Afriandi (39), warga Perikanan yang mengalami patah tulang di bagian paha, kemudian Zuraidah, dan Zulkarnain warga Desa Ie Meule.
“Dua korban asal desa Ie Meule itu mengalami luka di bagian kepala dan satu orang lagi mengalami luka di bagian kaki, sekarang sudah kembali ke rumahnya. Hanya satu korban yang masih dirawat yaitu Afriadi,” ujarnya.
Banjir bandang yang menerjang Sabang terjadi begitu cepat. Air bah mengenanggi rumah warga setinggi lutut orang dewasa.
Banjir bandang juga menyebabkan longsor di kawasan Ujong Kareng dan Batee Meu-on. Longsor menutupi badan jalan dan telah dibersihkan untuk bisa dilalui warga.
Sementara dikawasan Bron, Zulimbat, setengah badan jalan
hancur. “Petugas telah menutup jalan ini sementara dan meminta warga mencari jalan alternatif, kami tidak ingin ada korban jiwa lagi,” ujar Munawarliza.
Laporan: Riza Nasser | Aceh
Siaga Banjir, Sembilan Puskemas DKI Dirombak
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merombak total sembilan Puskesmas di daerah rawan genangan. Selain itu, peningkatan pelayanan kesehatan juga ikut ditingkatkan.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati mengatakan sembilan gedung Puskesmas yang akan diperbaiki total ada di Kecamatan Koja, Penjaringan, Cilincing, Tebet, Mampang Prapatan, Kebayoran Lama, Kembangan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
"Selain itu, ini merupakan wujud kesiapan kita mengantisapasi lonjakan pasien jika terjadi genangan," kata Dien, Jumat, 9 Desember 2011.
Hal ini juga untuk meningkatkan Standarisasi Puskesmas di DKI Jakarta yang sesuai dengan SK Gubernur No 3229 tahun 1999. Tentang bangunan, tenaga medis, peralatan dan kegiatan.
Gedung puskesmas di tingkat kecamatan harus dibangun empat lantai dengan luas 1.500 meter per segi. Sementara puskesman kelurahan dapat dibangun 2 sampai 3 lantai di atas tanah seluas 600 meter per segi.
Selain itu, untuk antisipasi Banjir di DKI telah didirikan sebanyak 10 Posko kesehatan dan 608 tenaga medis guna mengantisipasi berbagai penyakit korban banjir maupun pasca terjadinya banjir.
Tenaga medis ini akan disiagakan selama 24 jam yang tersebar di 19 titik. Tenaga medis itu akan ditempatkan di 19 titik rawan banjir di wilayah Jakarta Utara. Para petugas nantinya akan dipusatkan di setiap puskesmas kelurahan maupun puskesmas kecamatan. Peralatan logistik seperti, obat-obatan, ambulans dan seluruh perangkatnya seperti, tenda, bubuk abate, tawas, sudah disiapkan. (adi)
Foke: Manajemen Banjir di DKI Masih Buruk
VIVAnews - Kerjasama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dinilai masih buruk, untuk menangani banjir Jakarta. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, kecewa dengan koordinasi antar wilayah dan sektor yang dilakukan bawahannya itu.
"Banyak yang tidak sinkron, dan perlu dikaji dan diikuti dengan langkah koordinasi. Kalau perlu ubah struktur dan fungsi," kata Fauzi Bowo, di Balaikota DKI Jakarta, Senin, 5 Desember 2011.
Pengerjaan rehabilitasi saluran air di sepanjang Jalan Sudirman contohnya. Menurut Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, kerjasama antar wilayah dengan dinas serta Ditlantas Polda Metro Jaya harus lebih ditingkatkan.
"Pengawasannya juga harus ketat. Jangan ada pihak yang memberi kerjaan [proyek], ikut mengawasinya juga. Justru itu merupakan kelemahan dalam manajemen," ujar gubernur.
Tidak Sinkron
Kurangnya kerja sama ini juga dibenarkan pula Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fadjar Pandjaitan. Menurutnya, kondisi kerja membuat suasana kerja di lapangan menjadi tidak baik.
"Masing-masing SKPD sudah ada tupoksinya, hanya tinggal barangkali bagaimana mengkoordinasikan itu oleh masing-masing pimpinan, bahwa di lapangan masih terjadi ketidaksinkronan itulah yang mesti diperbaiki oleh kita," ungkapnya.
Sesuai arahan dari Gubernur DKI Jakarta dalam rapat pimpinan yang memanggil lima Walikota DKI Jakarta ini, masing-masing SKPD dan Walikota secara berjenjang akan diawasi dan diberi arahan.
"Ini dilakukan supaya koordinasi-koordinasi di lapangan, termasuk penanganan masalah banjir berjalan baik," tutur Fadjar.
Peningkatan koordinasi ini juga dilakukan terkait program penuntasan 62 titik genangan air.
"Jadi tadi Pak Gubernur juga menyontohkan menangani gorong-gorong Sudirman. Terkesan seperti tidak ada koordinasi yang menimbulkan kerawanan, kemacetan," kata Fadjar. (ren)
Depok Banjir, Rumah Warga Roboh
VIVAnews - Hujan berintensitas tinggi mengguyur Depok, Jawa Barat pada pukul 19.00 WIB, Kamis 1 Desember 2011. Akibatnya, sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan lalu lintas yang cukup parah.
Genangan air terjadi di mana-mana, terutama di sepanjang jalan raya Pasar Minggu, Lenteng Agung, hingga menuju Depok.
Pada beberapa wilayah di Kota Depok, hujan lebat yang tercurah sekitar 30 menit. Alhasil, pemukiman warga terendam banjir. Sebut saja daerah Sukmajaya dan Kelapa Dua, Depok. Dua kawasan ini termasuk daerah langganan banjir.
Padahal, sejak enam bulan lalu, Pemerintah Kota Depok telah melakukan rehabilitasi saluran air di beberapa pemukiman warga. Sayangnya, upaya ini tak kunjung selesai pengerjaannya hingga musim hujan tiba.
Yunita, warga komplek Taman Duta, Sukmajaya, Depok, mengaku tak bisa masuk ke daerah pemukimannya karena banjir cukup tinggi, yakni lebih dari 50 sentimeter.
"Mobil dan motor tertahan di depan komplek, jalur terputus karena banjir, beberapa kendaraan yang memaksa masuk langsung mogok, ada dua mobil dan tiga motor yang tadi memaksa lewat, akhirnya mesinnya mati," kata Yunita kepada VIVAnews.com, Kamis malam, 1 Desember 2011.
Akibat curah hujan tinggi, satu rumah di daerah Kramat Benda, Sukmajaya, Depok, ambruk. Hingga saat ini warga sekitar tengah mengevakuasi pemilik rumah, dan belum diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak.
Menurut seorang saksi mata, yang merupakan warga sekitar, saat rumah tersebut ambruk, suaranya terdengar seperti gempa bumi. "Saya kira gempa bumi, saya ajak seluruh keluarga saya keluar rumah. Tidak tahunya ada rumah roboh," kata dia.
Banjir juga mengepung pemukiman warga komplek Pondok Duta, Kelapa Dua, Depok. Sejumlah akses masuk menuju pemukiman tersebut terputus, tak dapat dilalui kendaraan akibat banjir yang cukup dalam.
Di kawasan inilah Dinas Pekerjaan Umum kota Depok tengah memasang Box Culvert (gorong-gorong) di jalan raya Pondok Duta. Sayangnya, pengerjaan ini sudah dilakukan berbulan-bulan, namun tak kunjung selesai. Bahkan, salah satu ruas jalan mengalami longsor.
Pengerjaan rehabilitasi saluran air ini memang membuat warga kecewa, sebelumnya kontraktor yang bertanggungjawab atas proyek ini sempat membuat pipa air baku bocor dan suplai air warga sempat terganggu.
Pemkot Depok menjanjikan, usai pengerjaan rehabilitasi saluran air ini, pemukiman warga akan terhindar dari banjir. Sayangnya, malam ini banjir nyatanya semakin parah hingga air lumpur masuk ke dalam rumah warga. (eh)
• VIVAnews