Showing posts with label Tewasnya. Show all posts
Showing posts with label Tewasnya. Show all posts

Polri Usut Tewasnya 2 Anak di Kantor Polres

VIVAnews - Markas Besar Polri masih menyelidiki dugaan unsur penganiayaan atas kematian kakak beradik Budri (17 tahun) dan Faisal Akbar (14 tahun) di Polres Sijunjung, Sumatera Barat. Berdasarkan hasil otopsi kedua kakak beradik itu ditemukan tewas karena gantung diri.

"Iya bunuh diri, tapi apakah sebelum digantung ada penganiayaan itu masalah lain. Tewasnya itu gantung diri. Apakah saat menangkap terjadi penganiayaan? Ini kami sedang selidiki," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman di Mabes Polri, Selasa 17 Januari 2012.

Saat ini, Polri sudah menjatuhkan sanksi disiplin terhadap sembilan anggota polisi. Tujuh orang merupakan anggota Polsek dan dua anggota Polres Sijunjung. Namun, sanksi dijatuhkan karena ada unsur kelalaian.

"Sudah diperiksa kemarin, dan sudah kami lakukan penegakan hukum baik profesi, kode etik maupun pidananya," kata Sutarman. Untuk mengetahui apakah adanya dugaan penganiayaan, Mabes Polri mengutus tim penyidik Polda Sumatera Barat. Penyidikan sudah berjalan.

"Kalau memang bisa dibuktikan penganiayaan itu ada, kami arahkan pada penyidik Polda untuk melakukan penyidikan secara obyektif. Baik pelanggaran hukum maupun kode etik," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Sutarman mengatakan, penyebab kakak beradik itu tewas karena gantung diri berdasarkan hasil otopsi. Hasil otopsi menyebut adanya tekanan di bagian leher.

"Adanya tekanan di leher itulah yang menyebabkan tewas. Tapi kalau ada indikasi penganiayaan itu akan jadi masalah lain," kata Sutarman. (ren)

• VIVAnews

READ MORE - Polri Usut Tewasnya 2 Anak di Kantor Polres

Kasus Tewasnya Raafi, Polisi Gandeng POM TNI

VIVAnews - Penyidik gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan akan bekerja sama dengan Polisi Militer terkait adanya anggota TNI dalam kasus penusukan Raafi Aga Winasya Benjamin, 17 tahun, siswa Pangudi Luhur di Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan pada 5 November 2011 silam.

"Pasti, karena kami tidak bisa berdiri sendiri. Kami akan kerjasama dengan pihak POM dan pihak pihak lain," ujar Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung S Rajab, Kamis 8 Desember 2011.

Dikatakan Untung, saksi dari anggota TNI tersebut sangat membantu pengungkapan kasus Raafi, sebab dengan kesaksiannya polisi bisa menangkap Febri Awan dan menetapkannya sebagai pelaku utama penusuk Raafi.

Tetapi Untung tidak menjelaskan, anggota TNI tersebut sedang melakukan apa di Shy Rooftop pada malam kejadian itu.

"TNI dan Polisi itu kan bertugas 24 jam. Dia kan punya tanggungjawab sebagai anggota. Jadi silahkan itu urusan masing masing kedinasan mereka," jelas Untung.

Untung juga sudah menyerahkan keterlibatan anggota TNI ke POM, untuk diperiksa lebih lanjut. Sebab diduga anggota TNI itu menjadi orang yang sempat dititipkan pisau oleh Febri usai membunuh Raafi.

"Kalau ada permasalahan di anggota TNI itu kan punya aturan hukum dan akan diselidiki oleh penyidik dari POM. Itu bukan kewenangan kami tapi kami merasa terbantu oleh anggota yang tahu ini, makanya bisa dikembangkan," kata dia. (adi)

• VIVAnews

READ MORE - Kasus Tewasnya Raafi, Polisi Gandeng POM TNI

Tewasnya Juara Olimpiade Sains Diusut

VIVAnews - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara hingga kini masih menyelidiki motif kasus pembunuhan terhadap Cristoper Melky Tanujaya, 16, siswa asal Singapura yang ditemukan bersimbah darah di kawasan Pluit Selatan, Jakarta Utara pada Senin 5 Desember 2011 malam.

"Motifnya masih didalami, luka tusuk yang terdapat di badan korban juga masih didalami. Dugaan sementara kami jika korban dianiaya hingga menimbulkan kematian," ujar Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Andap Budi Revianto, Rabu 7 Desember 2011.

Cristoper, kata Andap merupakan warga negara Indonesia yang sedang bersekolah di Singapura. Cristoper datang ke Indonesia hanaya untuk berlibur.

Sementara itu, saat ditemukan pertama kali oleh warga yang melintas, masih ditemukan dompet beserta identitas korban. Pihaknya, lanjut Andap masih menelusuri apakah Cristoper dirampok atau tidak. "Yang pasti sekarang masih proses penyelidikan secara intensif," kata dia.

Warga Perumahan Taman Grisenda C2, Nomor 8, Kelurahan Kapukmuara, Penjaringan, Jakarta Utara meninggal saat dalam penanganan medis di IGD Rumah Sakit Atmajaya Penjaringan Jakarta Utara. "Terdapat dua luka tusuk di lehernya," kata Mustofa, 33, satpam Rumah Sakit Atmajaya.

Menurut Mustofa, tubuh remaja ini ditemukan pertama kali oleh Setiohadi Wiratmoko, 30, warga Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu Setiohadi sedang melintas di jalan tersebut.

Lalu Setiohadi membawanya ke RS Atmajaya, menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol B 6001 UKG.

"Dia membonceng korban yang sudah dalam kondisi berdarah. Saya lihat dia kesulitan memapah korban. Lalu saya bantu dan membawanya ke Ruang IGD," tutur Mustofa.

"Namun sekitar setengah jam saat ditangani di IGD, korban meninggal," ucap Mustofa yang ketika itu sedang berjaga.

Informasi yang didapat Mustofa dari Setiohadi, korban ditemukan di depan Rumah Makan Padang Garuda dalam kondisi berdarah-darah. "Namun dia tidak menjelaskan bagaimana kejadiannya," terang Mustofa.

Siswa SMA Saint Joseph Institute di Singapura itu tercatat pernah meraih juara Olimpiade Sains Nasional pada 2009. Saat itu Christoper masih duduk di bangku SMP.

Menurut situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Christoper meraih medali perak untuk bidang Matematika. Dalam situs tersebut tertulis Christoper mewakili SMP IPEKA Pluit, Jakarta Utara. (adi)

 

• VIVAnews

READ MORE - Tewasnya Juara Olimpiade Sains Diusut