Pembunuh Juara Olimpiade Sains Pengangguran
VIVAnews - Polres Jakarta Utara menangkap orang yang diduga pelaku pembunuhan Christopher Melky Tanjujaya (16), pelajar St. Joseph Singapura asal Indonesia, Senin lalu. Kepada polisi yang menginterogasinya pelaku mengaku tergiur dengan Blackberry korban, sementara dia seorang pengangguran.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Andap Budhi, menjelaskan bahwa tersangka yang bernama Abdul Jalil alias Adul alias Ayub (24) merupakan warga Jalan Bakti, Gang Wirabuana RT 7 RW 7 nomor 23 Kelurahan Pluit Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap.
Menurut Andap Budhi, tersangka kerap menjadi penonton acara musik di televisi. Saat hari nahas, "Tersangka bangun jam 10.00 WIB, lalu dia nonton acara musik, lalu dia nongkrong-nongkrong, pas magrib dia keluar dan sudah menyiapkan pisau," ujarnya.
Lewatlah Christopher yang hendak ke rumah neneknya. Tersangka tertarik dengan ponsel Blackbeery korban dan membuntutinya hingga di depan SDN 01 Pluit, Jakarta Utara. Tersangka merebut Blackberry dan menusuk korban sebanyak empat kali bagian leher dan pundak. "Tersangka takut korban teriak dan ada saksi yang lihat, lalu kabur dengan ojek sepeda," tambahnya.
Tapi polisi berhasil membekuk si pelaku ini Kamis 8 Desember 2011 pukul 19.00 WIB di rumahnya. Hingga Jumat siang, tersangka masih ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Ia dijerat dengan pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.
Laporan: Arnes Ritonga | Jakarta Utara
Polisi Kenali Pelaku Pembunuh Juara Olimpiade
VIVAnews - Polisi telah mengenali pelaku penusukan terhadap Cristoper Melky Tanujaya (16), siswa asal Singapura yang tewas mengenaskan di halte Transjakarta Pluit Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin 5 Desember 2011 malam.
Disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Gatot Edi Pramono, beberapa saksi sudah diminta keterangan, pihaknya kini tinggal mencari bukti lain sebelum melakukan penangkapan.
"Kita cari orang yang kita duga, Tapi ini masih dilidik dan belum bisa kita sampaikan. Kalau memang orang itu sebagai pelakunya ya syukur alhamdulillah," kata Gatot, Kamis, 8 Desember 2011.
Dari keterangan saksi, polisi akan membuat sketsa wajah pelaku. Tapi belum dipastikan apakah pelaku mengenal korban. Meski polisi masih yakin bahwa pelaku kenal dengan Cristoper.
"Bisa jadi ingin mengambil harta tapi tidak jadi karena korban teriak dan sebagainya. Kemungkinan-kemungkinan itu ada, tapi akan dipastikan bila sudah ditangkap," kata Gatot.
Penyelidikan kasus ini masih dilakukan. Polda dan Polres Jakarta Utara masih melakukan penyelidikan, dan sedang ditelusuri aktivitas korban mulai dari keluar rumah sampai kejadian penusukan.
Seperti diketahui, Christopher Melky Tanujaya (16), warga Perumahan Taman Grisenda C2, No.8, Kelurahan Kapukmuara, Penjaringan, Jakarta Utara, pertama kali ditemukan oleh Setiohadi Wiratmoko (30), dengan kondisi berlumuran darah di depan Rumah Makan Padang Garuda.
Pria yang diketahui masih mengikuti pendidikan setingkat SMA di Singapura ini, meninggal saat dalam penanganan medis di IGD Rumah Sakit Atmajaya Penjaringan Jakarta Utara.
"Terdapat dua luka tusuk di lehernya," kata Mustofa (33), Satpam Rumah Sakit Atmajaya.
Setiohadi kemudian membawanya ke RS Atmajaya, menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol B 6001 UKG. "Saya lihat dia kesulitan memapah korban. Lalu saya bantu dan membawanya ke Ruang IGD," tutur Mustofa. (eh)
Pembunuhan Juara Olimpiade, Polisi Buru CCTV
VIVAnews - Jasad pelajar St Joseph Institution, Singapura, Christopher Melky Tanujaya, 16, sudah disemayamkan sejak kemarin, di rumah duka Atma Jaya Penjaringan, Jakarta Utara.
Menurut paman korban, Rudi Rachmat, 50, rencananya jenazah akan dimakamkan pada Jumat 9 Desember 2011. "Informasi sementara, jasad akan dimakamkan di pemakaman Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat, sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 WIB," ungkap Rudi, Rabu 7 Desember 2011.
Pemakaman pelajar berprestasi itu akan dihadiri teman-teman sekolahnya di Singapura. "Sekarang kami masih menunggu keluarga dari Australia dan Singapura," ucap Rudi.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Utara, Komisaris Maskur B Chaniago mengatakan, saat ini penanganan kasus tersebut masih diambil alih unit kejahatan dan kekerasan (jatanras) Polres Jakarta Utara.
Sejauh ini, polisi masih memeriksa seluruh data pendukung penyelidikan. Polisi memeriksa sejumlah saksi, baik yang berada di sekitar tempat kejadian maupun keluarga dan teman korban.
Selain itu, polisi juga akan memeriksa CCTV di gedung Wisma HDN, Jalan Pluit Putra Raya, Penjaringan, yang lokasi tidak jauh dari tempat Christopher ditemukan bersimbah darah.
"Saat ini kami masih berkoordinasi untuk mendapatkan CCTV tersebut dari pengelola Wisma HDN. Mudah-mudahan dari rekaman itu ada petunjuk siapa pelakunya," ujarnya.
Laporan: Arnes Ritonga | Jakarta Utara, umi
VIDEO: Pembunuhan Juara Olimpiade Sains
VIVAnews - Polisi hingga kini belum mengetahui pelaku penusukan Cristoper Melky Tanujaya, 16, yang ditemukan bersimbah darah di kawasan, Pluit Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin 5 Desember 2011 malam.
Menurut keluarga korban, Cristoper ditusuk orang tak dikenal saat berjalan ke arah rumah neneknya usai makan bersama teman-temannya. Saat ditemukan pertama kali oleh warga yang melintas, masih ditemukan dompet beserta identitasnya.
Warga Perumahan Taman Grisenda C2, No.8, Kelurahan Kapukmuara, Penjaringan, Jakarta Utara itu pertama kali ditemukan berlumuran darah oleh Setiohadi. Terdapat dua luka tusuk di leher, dan dua di dada.
Lalu Setiohadi membawanya ke RS Atmajaya, menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol B 6001 UKG. Namun sekitar setengah jam saat ditangani di IGD, korban meninggal.
Cristoper pernah meraih juara Olimpiade Sains Nasional pada 2009. Saat itu Christoper masih duduk di bangku SMP. Menurut situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Christoper meraih medali perak untuk bidang Matematika.
Dalam situs tersebut tertulis Christoper mewakili SMP IPEKA Pluit. Saat ini dia tercatat sebagai pelajar yang mendapat beasiswa di SMA Saint Joseph. Lihat videonya di tautan ini
Tewasnya Juara Olimpiade Sains Diusut
VIVAnews - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara hingga kini masih menyelidiki motif kasus pembunuhan terhadap Cristoper Melky Tanujaya, 16, siswa asal Singapura yang ditemukan bersimbah darah di kawasan Pluit Selatan, Jakarta Utara pada Senin 5 Desember 2011 malam.
"Motifnya masih didalami, luka tusuk yang terdapat di badan korban juga masih didalami. Dugaan sementara kami jika korban dianiaya hingga menimbulkan kematian," ujar Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Andap Budi Revianto, Rabu 7 Desember 2011.
Cristoper, kata Andap merupakan warga negara Indonesia yang sedang bersekolah di Singapura. Cristoper datang ke Indonesia hanaya untuk berlibur.
Sementara itu, saat ditemukan pertama kali oleh warga yang melintas, masih ditemukan dompet beserta identitas korban. Pihaknya, lanjut Andap masih menelusuri apakah Cristoper dirampok atau tidak. "Yang pasti sekarang masih proses penyelidikan secara intensif," kata dia.
Warga Perumahan Taman Grisenda C2, Nomor 8, Kelurahan Kapukmuara, Penjaringan, Jakarta Utara meninggal saat dalam penanganan medis di IGD Rumah Sakit Atmajaya Penjaringan Jakarta Utara. "Terdapat dua luka tusuk di lehernya," kata Mustofa, 33, satpam Rumah Sakit Atmajaya.
Menurut Mustofa, tubuh remaja ini ditemukan pertama kali oleh Setiohadi Wiratmoko, 30, warga Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat itu Setiohadi sedang melintas di jalan tersebut.
Lalu Setiohadi membawanya ke RS Atmajaya, menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol B 6001 UKG.
"Dia membonceng korban yang sudah dalam kondisi berdarah. Saya lihat dia kesulitan memapah korban. Lalu saya bantu dan membawanya ke Ruang IGD," tutur Mustofa.
"Namun sekitar setengah jam saat ditangani di IGD, korban meninggal," ucap Mustofa yang ketika itu sedang berjaga.
Informasi yang didapat Mustofa dari Setiohadi, korban ditemukan di depan Rumah Makan Padang Garuda dalam kondisi berdarah-darah. "Namun dia tidak menjelaskan bagaimana kejadiannya," terang Mustofa.
Siswa SMA Saint Joseph Institute di Singapura itu tercatat pernah meraih juara Olimpiade Sains Nasional pada 2009. Saat itu Christoper masih duduk di bangku SMP.
Menurut situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Christoper meraih medali perak untuk bidang Matematika. Dalam situs tersebut tertulis Christoper mewakili SMP IPEKA Pluit, Jakarta Utara. (adi)
• VIVAnews