Sebelum Bakar Diri, Sondang Titip HP ke Pacar
VIVAnews - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) sedang mengumpulkan data untuk mengungkap motivasi aksi bakar diri yang diduga kuat dilakukan Sondang Hutagalung, Rabu, 7 Desember 2011 lalu.
"Belum terlalu banyak, tapi masih mencoba identifikasi. Mencocokan beberapa hal, dan terus berkomunikasi dengan keluarga," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar, Jumat, 9 Desember 2011.
Ditambahkan Chrisbiantoro, Staff Divisi Advokasi Kontras, sebelum ada aksi bakar diri, telepon genggam Sondang dititipkan kepada kekasihnya dan diserahkan kepada keluarganya. Selain itu, ada juga dompet yang berisi identitas.
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, gigi dan kaki korban bakar diri identik dengan Sondang. Sepatu model security pemberian kakaknya juga mirip yang dikenakan pria korban bakar diri.
"Dari situ keluarga yakin kalau itu Sondang. Sudah tiga hari ini dia menghilang dari rumah," katanya.
Pada Rabu, 7 Desember 2011, seorang yang diduga Sondang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 17.30 WIB.
Menurut Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab, dia bukan bagian dari pengunjuk rasa Kepala Desa di Istana Negara yang sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB.
Lelaki itu terlihat menyeberang jalan dari arah Medan Merdeka Barat ke depan Monumen Nasional (Monas). Saat bersama terlihat kepulan asap dari tubuh pria tadi.
Secara kebetulan, masih ada empat petugas yang melakukan penjagaan dan kemudian melakukan pertolongan. Tubuh pria itu ditutupi jaket dan disiram dengan air. Ternyata masih hidup. Pria tersebut lantas dilarikan ke ruang UGD RSCM sekitar pukul 18.00 WIB.
Kondisi lelaki itu kini masih kritis. Tubuhnya 90 persen hangus, dan kata dokter, hanya sedikit orang bisa bertahan hidup dengan luka bakar seberat itu.
Lelaki bertubuh tinggi 170 sentimeter itu membakar dirinya setelah mengguyur tubuh dengan bensin, dan menyulut api ke badannya. Aksi itu dilakukan sekitar pukul 17.30. Sejam sebelumnya, di tempat itu para kepala desa melakukan unjuk rasa.
Motif di balik aksi bakar diri ini masih terus diselidiki. Tak ada pesan yang jelas, apa keinginan pria yang ditaksir berusia 40 tahun itu berlari ke arah istana saat api membakar tubuhnya. (eh)
Pria Bakar Diri, Sondang Raih Beasiswa 2 Kali
VIVAnews - Universitas Bung Karno belum mendapat kepastian identitas pria yang membakar diri di depan Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu petang 7 Desember 2011. Diduga pria itu adalah Sondang Hutagalung, mahasiswa Fakultas Hukum UBK semester VII.
Meski belum ada kepastian, Pembantu Rektor III Universitas Bung Karno, Daniel Panda, berkenan membeber sedikit tentang mahasiswanya yang bernama Sondang Hutagalung. Menurut Daniel, Sondang merupakan mahasiswa yang cerdas.
"Dari sisi akademis berprestasi. Dia mendapatkan beasiswa sebanyak dua kali," kata Daniel saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Jumat 9 Desember 2011.
Atas beasiswa sebanyak dua kali itu, Sondang bebas biaya kuliah selama satu tahun. Tidak perlu bayar alias gratis.
Dugaan identitas pria itu adalah Sondang disampaikan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS). KontraS sudah menemui keluarga Sondang Hutagalung.
"Hal yang identik dengan orang yang bernama Sondang dari gigi dan sepatunya. Itu yang disampaikan kekasih Sondang ke polisi," ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar, Jumat 9 Desember 2011.
Sondang, Pelaku Bakar Diri di Istana Gagal Wisuda
VIVAnews - Mahasiswa semester VII Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Sondang Hutagalung, diduga merupakan pria yang melakukan aksi bakar diri pada Rabu petang 7 Desember 2011 di depan Kompleks Istana Kepresidenan. Meski belum ada kepastian kabar itu, Sondang sedianya sudah diwisuda sejak akhir tahun lalu.
"Dia seharusnya diwisuda sejak 24 November lalu," kata Pembantu Rektor III Universitas Bung Karno, Daniel Panda, saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Jumat 9 Desember 2011.
Tetapi, mengapa mahasiswa yang mendapat beasiswa selama dua kali untuk biaya kuliah satu tahun itu batal diwisuda? Permasalahan terjadi pada tugas akhir Sondang. "Skripsinya belum selesai," ujar Daniel.
Daniel belum mendapat kepastian dari pihak berwenang tentang identitas pria yang nekat membakar diri itu. Bila benar itu mahasiswanya bernama Sondang, Daniel benar-benar tidak menduga.
Menurut Daniel, Sondang dikenal sebagai mahasiswa yang tidak terlalu aktif dan jarang mengikuti kegiatan kampus. Dia datang ke kampus bila mengikuti mata kuliah. Itupun langsung beranjak pergi usai menerima materi kuliah.
"Jujur, kegiatannya tidak terpantau saya. Kalau mahasiswa yang aktivis, saya cukup mengenal," ujar Daniel.
Sebelumnya, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) menduga bahwa pria itu adalah Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno. KontraS mengaku sudah menemui keluarga Sondang Hutagalung.
"Hal yang identik dengan orang yang bernama Sondang dari gigi dan sepatunya. Itu yang disampaikan kekasih Sondang ke polisi," ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar, Jumat 9 Desember 2011.
Sondang, Mahasiswa Berprestasi
VIVAnews - Mahasiswa Universitas Bung Karno, Sondang Hutagalung, yang diduga membakar diri di depan Istana Negara Rabu 7 Desember 2011 lalu masih dalam penanganan dokter.
Menurut kakak sulung Sondang, Bob Crispianza, kondisi Sondang sampai kini masih sama dengan hari pertama dia masuk.
"Saya selalu mendoakan adik saya. Saya berharap adik saya sembuh. Karena itu, ia akan bisa kembali beraktivitas di fakultas hukum," kata Bob saat ditemui di RSCM, Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2011.
Dalam kesempatan itu, Bob menyampaikan bahwa adiknya memiliki prestasi akademis yang cukup baik di kampusnya. IP-nya mencapai 3,28. Bahkan, selain beasiswa dari kampus, Sondang juga mendapatkan beasiswa dari tempat ayahnya bekerja.
"Sondang dapat beasiswa dari tempat ayah saya bekerja. Itu dari semester pertama hingga semester terakhir," urainya.
Bob mengaku bahwa ia juga selalu men-support Sondang untuk menyelesaikan studinya. Bahkan jika sudah diwisuda, Bob menjanjikan hadiah berupa sebuah motor untuk sang adik.
"Saya selalu dorong cepat lulus, biar bisa beli kendaraan untuk kerja," ujarnya.
Keluarga Tak Tahu Motif Bakar Diri Sondang
VIVAnews - Kakak sulung Sondang Hutagalung, Bob Crispianza Hutagalung, mengaku tidak tahu apa motivasi aksi nekat adiknya membakar diri di depan Istana Negara Rabu, 7 Desember 2011, lalu.
Bob menyampaikan bahwa dia selalu ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk Sondang.
"Saya tidak pernah menyangka dan tidak mengerti kenapa Sondang melakukan aksi bakar diri. Padahal, dia termasuk orang berprestasi, sehingga dia mendapatkan beasiswa," ujarnya, saat ditemui di RSCM, Jakarta, Sabtu, 10 Desember 2011.
Bob mengakui, begitu mendapat kabar adiknya membakar diri, ia segera mendatangi Polres Jakarta Pusat. Begitu melihat, dia memastikan bahwa korban aksi bakar diri itu adalah Sondang.
"Pada saat saya lihat sepatunya, loh ini kan sepatu yang saya belikan dan saya pilihkan untuk Sondang. Saya yakin karena sepatu itu, saya yang pilih," ujarnya.
Dia menuturkan, sepatu itu sengaja dia belikan untuk Sondang dalam rangka wisuda yang jatuh pada 24 November 2011 lalu. Pada waktu itu, Bob sengaja membelikan sepatu tersebut lengkap dengan kaos kaki, celana, serta kemeja.
"Lengkaplah, sampai celana dalamnya juga. Supaya kelihatan cakep karena mau diwisuda," tutur Bob. (hp).
Dua Bulan Sondang Tak Injak Kaki di Kampus
VIVAnews - Hingga kini, keluarga belum berani memastikan kalau pria yang nekat melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara adalah Sondang Hutagalung. Karena itu, keluarga akan tetap menunggu hasil dari tes DNA sambil berdoa.
Ibu Sondang, Dame Sipahutar, saat ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menjelaskan, bahwa dirinya dan Herman kakak Sondang, sudah diambil contah darahnya untuk tes DNA.
"Kita belum bisa simpulkan 100 persen, belum ada perubahan dan masih belum sadar. Jadi tidak bisa memastikan," ujar Dame Sipahutar, Jumat, 9 Desember 2011.
Terkait aksi ini, Dame mengaku kaget. Karena sejak pergi hari Senin lalu, Sondang belum pulang ke rumah. Keluarga juga mendapat kabar dari Ormas Bendera, kalau Sondang sedang ada di Batam.
Sementara menurut teman-teman di Kampus UBK, Sondang sudah dua bulan ini tidak datang ke kampus. Padahal dia selalu berangkat dari rumah. Hictor Hutagalung, sang ayah juga sempat memberi uang Rp3 juta untuk melunasi biaya kuliah, karena skripsi Sondang sudah selesai.
Sementara itu, polisi sudah memeriksa Putri, kekasih Sondang, dari keterangannya, ada kemiripan sepatu yang digunakan pria nekat itu dengan yang biasa dipakai Sondang. Herman, sang kakak juga mengenali sepatu yang digunakan pria itu seperti milik Sondang.
"Sebelum bakar diri, katanya dia menitipkan tas ke pacarnya," kata Dame lagi. (umi)