Showing posts with label Sebelum. Show all posts
Showing posts with label Sebelum. Show all posts

Pilot Lion Pakai Sabu 3 Jam Sebelum Terbang

VIVAnews - Pilot Lion Air berinisial SS dibekuk usai memakai sabu di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur. Rupanya, SS yang juga warga Serpong, Tangerang, ini akan menerbangkan pesawat tiga jam lagi. SS dibekuk sekitar pukul 03.30 WIB pagi tadi.

"Rencananya SS akan terbang jam 06.00 WIB tujuan Surabaya-Ujung Pandang-Balikpapan-Surabaya," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigadir Jenderal Polisi, Benny Mamoto, dalam pesan singkat kepada VIVAnews, Sabtu 4 Februari 2012.

Menurut Benny, saat ini yang bersangkutan sudah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak Lion Air. Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, belum juga bisa dihubungi.

Ini bukan kasus pertama pilot Lion Air tertangkap tangan pakai sabu. Pada Selasa malam 10 Januari 2012, pilot Lion Air lain berinisial HA dibekuk BNN di Makassar, Sulawesi Selatan.

HA dibekuk saat penggerebekan di Hotel Grand Clarion, Makassar. Saat itu, HA sedang asyik berada di ruangan karaoke bersama beberapa rekannya. BNN masih menelusuri apakah mereka termasuk jaringan pengedar atau hanya pemakai.

SS sudah terbukti menggunakan sabu sebelum menerbangkan pesawat. Hasil tes urine membuktikan, SS yang juga alumni Akademi Penerbangan Juanda, Surabaya ini positif pakai barang haram. "Hasilnya, dia positif menggunakan sabu," ujar Benny. (art)

• VIVAnews

READ MORE - Pilot Lion Pakai Sabu 3 Jam Sebelum Terbang

Sebelum Bakar Diri, Sondang Titip HP ke Pacar

VIVAnews - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) sedang mengumpulkan data untuk mengungkap motivasi aksi bakar diri yang diduga kuat dilakukan Sondang Hutagalung, Rabu, 7 Desember 2011 lalu.

"Belum terlalu banyak, tapi masih mencoba identifikasi. Mencocokan beberapa hal, dan terus berkomunikasi dengan keluarga," kata Koordinator Kontras, Haris Azhar, Jumat, 9 Desember 2011.

Ditambahkan Chrisbiantoro, Staff Divisi Advokasi Kontras, sebelum ada aksi bakar diri, telepon genggam Sondang dititipkan kepada kekasihnya dan diserahkan kepada keluarganya. Selain itu, ada juga dompet yang berisi identitas.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, gigi dan kaki korban bakar diri identik dengan Sondang. Sepatu model security pemberian kakaknya juga mirip yang dikenakan pria korban bakar diri.

"Dari situ keluarga yakin kalau itu Sondang. Sudah tiga hari ini dia menghilang dari rumah," katanya.

Pada Rabu, 7 Desember 2011, seorang yang diduga Sondang melakukan aksi bakar diri di depan Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurut Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab, dia bukan bagian dari pengunjuk rasa Kepala Desa di Istana Negara yang sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB.

Lelaki itu terlihat menyeberang jalan dari arah Medan Merdeka Barat ke depan Monumen Nasional (Monas). Saat bersama terlihat kepulan asap dari tubuh pria tadi.

Secara kebetulan, masih ada empat petugas yang melakukan penjagaan dan kemudian melakukan pertolongan. Tubuh pria itu ditutupi jaket dan disiram dengan air. Ternyata masih hidup. Pria tersebut lantas dilarikan ke ruang UGD RSCM sekitar pukul 18.00 WIB.

Kondisi lelaki itu kini masih kritis. Tubuhnya 90 persen hangus, dan kata dokter, hanya sedikit orang bisa bertahan hidup dengan luka bakar seberat itu.

Lelaki bertubuh tinggi 170 sentimeter itu membakar dirinya setelah mengguyur tubuh dengan bensin, dan menyulut api ke badannya. Aksi itu dilakukan sekitar pukul 17.30. Sejam sebelumnya, di tempat itu para kepala desa melakukan unjuk rasa.

Motif di balik aksi bakar diri ini masih terus diselidiki. Tak ada pesan yang jelas, apa keinginan pria yang ditaksir berusia 40 tahun itu berlari ke arah istana saat api membakar tubuhnya. (eh)

• VIVAnews

READ MORE - Sebelum Bakar Diri, Sondang Titip HP ke Pacar

Sebelum Tewas, Sopir Taksi Menerima Tumpangan

VIVAnews - Dua jam sebelum ditemukan, Hulama Pardede, sopir taksi yang tewas di gorong-gorong Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 11, depan PT Asabri Cililitan Jakarta Timur, diketahui menerima telepon dari seseorang  yang meminta jasa tumpangan taksi.

Hulama Pardede ditemukan tewas dengan 10 luka tusuk terutama di bagian kepala, kemarin pagi.

"Keterangan dari saksi Hendri Panjaitan (keponakan korban), pukul 04.00 WIB korban masih menerima telepon dari penumpang," ujar Kepala Bagian Humas Polres Jakarta Timur Komisaris Didik Hariyadi kepada VIVAnews.com, Senin 5 Desember 2011.

Didik melanjutkan ketika dihubungi oleh isteri korban pada pukul 04.30 WIB melalui telepon seluler, korban sudah tidak bisa dihubungi.

"Pukul 00.00 WIB korban ada di rumah dan pada pukul 04.00 WIB setelah mendapat telepon korban berangkat dengan membawa taksi," katanya.

Menurut Didik, berdasarkan saksi Hendri, korban tidak mempunyai permasalahan dengan keluarga. Saksi yang pertama kali menemukan taksi tersebut, ungkap Didik, adalah anggota Unit Lantas Kramat Jati Bripka Kurdim pada pukul 06.30 WIB saat sedang bertugas di sekitar lokasi.

Diduga korban tewas belum lama setelah ditemukan. "Berdasarkan keterangan saksi Julianto, satpam PT Asabri, pukul 06.00 WIB dia tidak melihat ada taksi parkir di depan kantor."

"Saksi mengetahui taksi tersebut parkir setelah di TKP (tempat kejadian perkara) banyak warga masyarakat berdatangan," katanya.

Sampai saat ini, lanjut Didik, Polisi masih melakukan pendalaman, apakah ini perampokan atau memang ada motif lain. "Masih kami lakukan penyelidikan, belum bisa dipastikan motifnya. Sedang dipelajari berdasarkan keterangan saksi," ucap Didik.

Penumpang misterius yang terakhir kali menumpang taksi dari perusahaan Koperasi Taksi Nomor Polisi B 1211 FTA, dengan nomor body 312 ini pun belum ditemukan." Itu juga sedang kami lacak, siapa penumpang terakhir yang menumpang," ucap Didik. (adi)

• VIVAnews

READ MORE - Sebelum Tewas, Sopir Taksi Menerima Tumpangan

Sebelum Beraksi, Pemerkosa Terlihat Mabuk

AppId is over the quota

VIVAnews - Aksi perampokan dan pemerkosaan yang dilakukan empat sopir tembak D-02 jurusan Ciputat-Pondok menjadi bahan pergunjingan sejumlah sopir yang biasa mangkal di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dari pantauan VIVAnews.com, tempat berkumpul sopir angkot yang tidak jauh dari pos polisi Fatmawati masih terlihat ramai. Kebanyakan dari mereka memang kenal dengan Yogi, pelaku yang sudah ditangkap polisi. Sementara tiga pelaku lainnya tidak begitu mereka kenal.

Deny salah satu pedagang asongan yang biasa mangkal di kawasan itu juga sempat menceritakan aktivitas Yogi sebelum dia melakukan aksinya pada malam hari.

Kamis sore, 1 September 2011, Deny sempat melihat Yogi dan tiga rekannya itu sempat minum-minuman keras oplosan di pangkalan.

"Saya memang lihat Yogi minum-minum. Setelah malam mereka langsung pergi," ujar Deny, Jumat, 16 September 2011.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Rajab menjelaskan, temuan terbaru yang telah dihimpun penyidik, bahwa korban dan pelaku yang bertnama Andri saling kenal. Hal ini diketahui dari hasil identifikasi telepon genggam pelaku.

"Dari telepon genggam korban terlacak ada komunikasi antara korban dengan tersangka A," katanya.

Hingga kini kasus pemerkosaan masih diselidiki, termasuk hubungan antara korban dan pelaku. Polisi juga masih memburu tiga pelaku lain yang masih buron. Perburuan di lakukan hingga kawasan Bogor, Jawa Barat. (eh)

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Sebelum Beraksi, Pemerkosa Terlihat Mabuk