Showing posts with label Istana. Show all posts
Showing posts with label Istana. Show all posts

PPATK Juga Awasi Aliran Uang di Istana

VIVAnews - Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan instansinya tidak pilih kasih pada tiap tindakan transaksi keuangan yang mencurigakan. Bahkan lingkungan istana tidak luput dari pengawasan.

Ketua PPATK, Muhammad Yusuf mengakui bahwa memang ada sejumlah transaksi mencurigakan di lingkungan istana namun jumlahnya tidak signifikan.

"Misal gaji Rp10 juta kok sekarang Rp50 juta, itu masuk tindak tidak wajar," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu 8 Februari 2012.

Namun, lanjutnya, pihaknya tidak menindaklanjuti temuan ini karena memang belum terindikasi transaksi tersebut merupakan tindak pidana. "Belum masuk kriteria," imbuhnya.

Selain lingkungan istana, tambahnya, PPATK turut menetapkan pengawasannya pada sejumlah menteri saat ini. "Jadi tidak pilih kasih kami," tuturnya.

Yusuf berjanji pada saat pihaknya 'mencium' adanya tindak pidana dalam tiap transaksi di istana maupun menteri maka akan segera melaporkannya pada aparat hukum. "Saat kami mencium tindak pidana maka kami datang ke KPK, Kejaksaan, Kapolri. Seperti pada kasus M Nazaruddin atau Pemkab, mereka (aparat hukum) kami undang lalu kami presentasikan," jelasnya.

Selain memantau aliran uang, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan juga ikut menentukan karir PNS. Bagi yang memiliki catatan buruk terkait penyalahgunaan anggaran, jangan harap bisa naik jabatan.

Wakil Ketua PPATK Agus Santoso mengatakan, ke depan PPATK akan memiliki catatan riwayat pelanggaran PNS. Sifat catatan ini mengikat seumur hidup.

"Tiap instansi akan meminta catatan PPATK, apabila ingin menaikkan jabatan pegawainya," ujarnya saat ditemui di kantornya. (eh)

 

• VIVAnews

READ MORE - PPATK Juga Awasi Aliran Uang di Istana

Sondang, Pelaku Bakar Diri di Istana Gagal Wisuda

VIVAnews - Mahasiswa semester VII Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Sondang Hutagalung, diduga merupakan pria yang melakukan aksi bakar diri pada Rabu petang 7 Desember 2011 di depan Kompleks Istana Kepresidenan. Meski belum ada kepastian kabar itu, Sondang sedianya sudah diwisuda sejak akhir tahun lalu.

"Dia seharusnya diwisuda sejak 24 November lalu," kata Pembantu Rektor III Universitas Bung Karno, Daniel Panda, saat ditemui di ruang kerjanya, Jakarta Pusat, Jumat 9 Desember 2011.

Tetapi, mengapa mahasiswa yang mendapat beasiswa selama dua kali untuk biaya kuliah satu tahun itu batal diwisuda? Permasalahan terjadi pada tugas akhir Sondang. "Skripsinya belum selesai," ujar Daniel.

Daniel belum mendapat kepastian dari pihak berwenang tentang identitas pria yang nekat membakar diri itu. Bila benar itu mahasiswanya bernama Sondang, Daniel benar-benar tidak menduga.

Menurut Daniel, Sondang dikenal sebagai mahasiswa yang tidak terlalu aktif dan jarang mengikuti kegiatan kampus. Dia datang ke kampus bila mengikuti mata kuliah. Itupun langsung beranjak pergi usai menerima materi kuliah.

"Jujur, kegiatannya tidak terpantau saya. Kalau mahasiswa yang aktivis, saya cukup mengenal," ujar Daniel.

Sebelumnya, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) menduga bahwa pria itu adalah Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno. KontraS mengaku sudah menemui keluarga Sondang Hutagalung.

"Hal yang identik dengan orang yang bernama Sondang dari gigi dan sepatunya. Itu yang disampaikan kekasih Sondang ke polisi," ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar, Jumat 9 Desember 2011.

• VIVAnews

READ MORE - Sondang, Pelaku Bakar Diri di Istana Gagal Wisuda

Keluarga Pria Bakar Diri di Istana Dites DNA

VIVAnews - Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat telah memeriksa keluarga yang mengaku kenal dengan identitas pria yang membakar dirinya di depan Istana Negara pada Rabu 6 Desember 2011 lalu.

"Tadi malam sudah ada yang datang ke kami dan sudah diperiksa katanya dari pihak keluarga mengaku kenal korban. Tetapi kami belum bisa memastikan sampai hasil DNA nya keluar," ujar Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, Jumat 9 Desember 2011.

Dikatakan Yoyol, berdasarkan pengakuan keluarga tersebut, korban bakar diri itu berinisial SH dengan usia sekitar 24 tahun. Untuk mencocokan, pihak rumah sakit sudah mengambil sampel DNA dari anggota keluarga.

Pria itu, kata Yoyol hingga kini masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. "Kami tunggu dulu hasil tes DNA supaya pasti. Saat ini masih diperiksa," kata dia.

Yoyol menjelaskan peristiwa bakar diri itu tidak terkait aksi demontrasi yang saat itu berlangsung di Istana Negara.

Menurut kesaksian petugas kepolisian yang saat itu tengah melakukan penjagaan, pria yang diperkirakan berusia 42 tahun itu datang ke lokasi kejadian sudah membasahi dirinya dengan bensin.

"Aksi demonstrasi berakhir pukul 16.00 WIB, sedangkan kejadian ini terjadi pukul 17.30 WIB, aksi tidak ricuh. Jadi tidak ada hubungannya dengan demonstrasi," kata Yoyol.

Yoyol mengatakan, yang menjadi saksi dalam peristiwa hanya petugas kepolisian yang berjaga di jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. (adi)

• VIVAnews

READ MORE - Keluarga Pria Bakar Diri di Istana Dites DNA

Kondisi Pria Bakar Diri di Istana Makin Drop

VIVAnews - Kondisi kesehatan pria yang nekat membakar diri di depan Istana Negara hingga pagi ini kian menurun. Pria tak dikenal itu masih kritis.

Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Akmal Taher, mengatakan secara umum sejak tadi malam kondisinya memburuk. "Sehingga pasien sulit ditolong," kata Akmal Taher, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 9 Desember 2011.

Dia menjelaskan saat ini pria sekitar 42 tahun itu dirawat di ruang ICU luka bakar. Dokter sengaja memberinya penenang agar dia dapat bernafas dengan mudah. "Karena dikhawatirkan terjadi ganguan ke jalan nafas," ucapnya.

Akmal mengungkapkan harapan hidup korban tipis, sebab dia mengalami luka bakar 98 persen. Untuk menolong nyawanya, tidak ada tindakan kedokteran yang dapat dilakukan.

"Bantuan bukan operasi, tapi kami support semua dengan obat-abatan," kata dia. Hingga kini, lanjutnya, belum ada satu pun keluarga korban yang datang ke rumah sakit.

Pria itu membakar dirinya di depan Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu 7 Desember 2011.

Menurut Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab, dia bukan bagian dari pengunjuk rasa Kepala Desa di Istana Negara yang sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB.

Lelaki itu terlihat menyeberang jalan dari arah Medan Merdeka Barat ke depan Monumen Nasional (Monas). Saat bersama terlihat kepulan asap dari tubuh pria ini.

Secara kebetulan, masih ada empat petugas yang melakukan penjagaan dan kemudian melakukan pertolongan. Tubuh pria itu ditutupi jaket dan disiram dengan air. Ternyata masih hidup. Pria tersebut lantas dilarikan ke ruang UGD RSCM sekitar pukul 18.00 WIB. (umi)

• VIVAnews

READ MORE - Kondisi Pria Bakar Diri di Istana Makin Drop

Ciri-ciri Pria Bakar Diri di Depan Istana

VIVAnews - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung S Rajab, angkat bicara mengenai aksi bakar diri seorang pria di depan Istana Negara, Jakarta, sekitar pukul 17.30 WIB, Rabu 7 Desember 2011 kemarin.

Dalam keterangan kepada wartawan, Untung kembali menegaskan, pria nekad itu bukan bagian dari pengujuk rasa Kepala Desa di Istana Negara yang sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB. 

"Lelaki itu terlihat menyeberang jalan dari arah Medan Merdeka Barat ke depan Monumen Nasional (Monas). Saat bersama terlihat kepulan asap dari tubuh pria tadi" ujar Untung, Kamis, 8 Desember 2011. Dia mengguling-gulingkan badannya.

Secara kebetulan, masih ada empat petugas yang melakukan penjagaan dan kemudian melakukan pertolongan. Tubuh pria itu ditutupi jaket dan disiram dengan air. Ternyata masih hidup.

Saat ditolong, ada bungkusan yang isinya tiga botol air mineral besar, dua botol kosong, dan satu botol lagi isi bensin. Dari dua botol yang kosong juga berbau bensin.

Kemudian yang dua kosong ini bau bensin juga. Sehingga kemungkinan dia menyiapkan diri untuk menyiramkan bensin ke tubuhnya. Di situ ada kaos yang sebagian terbakar kemudian ada alat-alat mandi.

Saat ini dia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Untung menerangkan, pria itu memiliki tinggi sekitar 170 cm, berat 80 kg.

"Kalau terbakar kan melembung mungkin beratnya bisa lebih lagi. Umurnya sekirtar 42 tahun," ujar dia.

Sedangkan identitasnya belum diketahui. Begitu juga motivasinya apa, karena belum dapat dimintai keterangan. "Apa memang ada masalah keluarga atau apa atau ada masalah lain, kami belum tahu," ucap Untung. (adi)

• VIVAnews

READ MORE - Ciri-ciri Pria Bakar Diri di Depan Istana

Ibas-Aliya Marriage November at Istana Cipanas

VIVAnews -the youngest son of President Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono, would marry the daughter of Minister coordinating the economy Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa, later this year.

Presidential spokesman Julian Aldrin Pasha said the wedding will take place in November 2011. However, he has yet to mention the exact date of the wedding ceremony will be held.

"November, God willing. Wait on the game alone, "said Julian at the Presidential Palace, Monday 5 September 2011.

Julian uncover, wedding Ibas and will take place at the Court of Aliya Cipanas. "And in Jakarta as well," he said.

Julian was not willing to explain in detail about the wedding plans. "Soon there will be an official explanation," said Julian. "May all truly goes according to expectations," he said.

Although not yet married to Ibas, photos Aliya already dipampangkan at the Presidential Palace. In the lobby near Wisma Negara, Aliya looks official photograph with the family of President Susilo Bambang Yudhoyono.

In addition to Aliya, Annisa Pohan photos also visible, the wife of the eldest son of YUDHOYONO, Agus Harimurti Yudhoyono. In addition, seen also photos of the grandson of Yudhoyono, who is also the son of Gus and Annisa, Almira Tunggadewi Yudhoyono. (kd)

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Ibas-Aliya Marriage November at Istana Cipanas