3 Napi yang Dipaksa Kabur Akhirnya Kembali
VIVAnews - Tiga orang tahanan kasus Lambu yang dibebaskan paksa pengunjuk rasa pada 26 Januari 2012 lalu, akhirnya menyerahkan diri. Mereka masing-masing berinisial A, I dan H. Ketiganya menyerahkan diri atas kesadaran mereka sendiri.
Kapolres Bima Kota Ajun Komisaris Besar Kumbul KS mengatakan, hingga saat ini sudah 10 orang tahanan LP Bima yang sudah menyerahkan diri. Sehingga jumlah tahanan yang masih bebas tinggal 40 orang.
"Hari ini tiga orang dari mahasiswa yang melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas kantor DPRD. Sudah menyerahkan diri," kata Kumbul KS, Kamis 2 Februari 2012.
Sebelumnya tujuh tahanan sudah menyerahkan diri dan langsung diproses hukum. Tujuh orang itu terdiri atas enam orang mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi swasta di Bima dan seorang warga lambu.
Kepolisian mengimbau tahanan lainnya yang hingga saat ini masih bebas untuk kembali. Dia membantah isu adanya penyisiran dan penangkapan terhadap warga yang dibebaskan paksa pengunjuk rasa saat itu.
Lagipula, kata dia, status hukum mereka sebagai tersangka akan terus melekat selama proses hukumnya belum dijalankan.
"Kami tidak memberikan batas waktu bagi mereka yang ingin menyerahkan diri, kami terus mengimbau mereka. Mudah-mudahan dengan imbauan kami mereka sadar. Karena, jika tidak menyerahkan diri, maka akan menjadi catatan hukum seumur hidup. Yang rugi juga justru mereka," ujar Kumbul.
Kini ketiga mahasiswa yang menyerahkan diri itu sedang diperiksa Reserse Polres Bima Kota. Selanjutnya akan diserahkan ke Rutan Bima. Ketiganya masih menjadi tahanan Jaksa.
Pada 26 Januari 2012 lalu lebih dari 10 ribu masa baik dari Kecamatan Lambu, Sape dan Langudu serta kecamatan lainnya di Bima berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Bima. Mereka menuntut pencabutan SK 188 tentang Izin Usaha Pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara yang mencakup area tambang 24.980 hektar.
Masa juga menuntut pembebasan 50 orang rekan mereka yang ditahan di Lapas Raba Bima. Awalnya unjuk rasa itu hanya untuk menyampaikan aspirasi, namun aksi masa itu berubah anarki dan berbuntut terhadap pembakaran kantor Bupati Bima. Termasuk Kantor KPUD Bima dan arsip lainnya. (adi)
0 Responses to “3 Napi yang Dipaksa Kabur Akhirnya Kembali”
Post a Comment