Showing posts with label Telepon. Show all posts
Showing posts with label Telepon. Show all posts

Sadapan KPK: Jangan Bicara Fee di Telepon

VIVAnews - Jaksa Penuntut Umum memutar rekaman saksi Iskandar Pasajo alias Acos dengan terdakwa suap Kemenakertrans Dharnawati. Dalam rekaman itu terungkap Acos sempat memperingatkan Dharnawati untuk tidak membicarakan masalah komitmen fee di telepon.

"Lain kali tidak boleh bicarakan seperti ini (uang komitmen fee) di telepon," kata transkip rekaman Acos yang diputar JPU dalam sidang dengan terdakwa I Nyoman Suisnaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu 1 Februari 2012.

Merespon pernyataan Acos, Dharnawati langsung meminta maaf. Sebab kata Acos nanti pemberi dan penerima bisa terjerat kasus hukum. "Oh ya maaf. Nanti pemberi dan penerima bisa kena ya," jawab Dharnawati sambil tertawa.

Dalam pembicaraan tersebut secara tidak langsung Acos menagih komitmen fee kepada Dharnawati. Setelah itu Dharnawati mengatakan bahwa siap menyanggupi dan sudah menghubungi pihak Bank BNI Kalibata untuk mencairkan uang sebesar Rp1,5 miliar keesokan harinya.

Atas rekaman tersebut, Acos menampiknya. Ia menyatakan tidak memiliki kapasitas apa-apa dalam menentukan dana PPID. Bahkan di hadapan majelis hakim Acos mengaku sempat menasehati Dharnawati untuk tidak bermain uang. "Setelah telepon itu, saya bertemu dengan bu Dharnawati, dan saya katakan jangan bermain duit," ujar Acos. (eh)

 

• VIVAnews

READ MORE - Sadapan KPK: Jangan Bicara Fee di Telepon

Nazaruddin Akui Pernah Telepon Neneng

VIVAnews - Muhammad Nazaruddin mengungkapkan pernah berhasil menelepon istrinya, Neneng Sri Wahyuni. Komunikasi dengan Neneng, yang saat ini buron, dilakukan saat Nazar ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Pengacara Nazar, Elza Syarief, membantah komunikasi itu dilakukan Nazar belum lama berselang. "Itu kejadian lama, sejak Agustus 2011," kata Elza saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 19 Januari 2012.

Menurut Elza, komunikasi tersebut dilakukan dengan menggunakan perangkat BlackBerry milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. "Dan BlackBerry itu sudah disita pihak rutan, jadi tidak ada komunikasi lagi sejak itu," ujarnya.

Sebelumnya, Nazar mengungkapkan dapat berkomunikasi dengan istrinya itu saat menjadi saksi untuk terdakwa pejabat pembuat komitmen di Ditjen Pembinaan Pengambangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Timas Ginting.

Nazar mengaku pernah menelpon Neneng dan menanyakan mengapa istrinya itu bisa ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Dalam perbincangan di telepon itu, kata Nazaruddin, istrinya bersumpah tidak pernah tahu proyek di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.

Mendengar pernyataan Nazaruddin, anggota majelis hakim Sujatmiko penasaran. Hakim Sujatmiko spontan melemparkan pertanyaan soal teleponan dari balik jeruji. "Memang boleh menelepon di dalam penjara?" tanya hakim Sujatmiko Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 18 Januari 2012.

"Buktinya, saya bisa telepon istri saya," kata Nazaruddin yang kini meringkuk di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

• VIVAnews

READ MORE - Nazaruddin Akui Pernah Telepon Neneng

Jokowi: Pesan Esemka, Jangan Telepon Saya

VIVAnews -- Meski pemberitaan tak seheboh sebelumnya, semangat Walikota Solo, Joko Widodo tidak surut untuk mendukung mobil karya para siswi SMK, Kiat Esemka. Jokowi juga sudah berusaha mencari investor dan pasar bagi mobil ini.

Dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), kata Jokowi, siap menyediakan dealer di setiap propinsi dan siap investasi untuk pengembangan mobil ini. "Itu bagus, investasi dealer dan agen
banyak di-handle, ini kan wilayahnya anak muda," kata dia, Kamis 19 Januari 2012.

Mobil Kiat Esemka, katanya, tinggal menunggu uji kelayakan sebelum masuk ke ranah produksi. "Nanti akan produksi banyak, kapasitasnya dua ratus, tiga ratus. Jangan bayangin gigantic manufacture, nggak . Ini rakyat, artinya produksi massal, tapi nggak sampai ribuan," kata dia.

Meski hingga kini pesanan Esemka lebih dari 4 ribu unit. Jokowi mengaku, itu di luar kapasitas. "Nggak mungkin pasar segede itu terus. Kapasitas 200-400."

Dalam produksi itu, mayoritas komponen dari dalam negeri. "Semua dipegang kita, prisipal kita, brand kita, mesin dibuat sendiri, bodi dibuat sendiri. Yang masih impor transmisi, sasis, dan pump fuel," tambah dia.

Uji coba akan dilakukan minggu depan. "Ya pokoknya dibawa ke Jakarta. Nanti tak puterin. Semua persiapan sudah," kata dia. "Nanti yang penting uji emisi, habis itu siap, nanti akan dibawa ke Sentul."

Seperti diketahui banyak tanggapan atas kehadiran mobil Esemka ini. Baik dari publik, pebisnis maupun pejabat. Ada yang mencibir, ada pula yang optimistis, bahwa karya anak-anak sekolah menengah itu akan menciptakan momentum kebangkitan mobil nasional.

Yakin bakal sukses, Pak Jokowi?

"Dahulu banyak muncul mobil nasional tapi sistemnya tidak dibangun secara utuh. Sehabis produksi, pasarnya tidak disiapkan, ya gagal," kata dia.

Jokowi tidak ingin Esemka bernasib sama. "Sekarang sedang kami siapkan sistem secara utuh, dari pemasaran, terbantu ekspos besar-besaran. Kedua sistem purna jual, service. Sekarang kami siapkan secara utuh. Baru melihat secara realistis," kata dia.

Yang jelas, Jokowi menambahkan, tahun ini mobil Esemka siap diproduksi massal. "Masuk pemesanan komersial, jangan nelpon saya lagi. Saya lanjutkan ke PT Esemka Solo, Solo Technopark."

• VIVAnews

READ MORE - Jokowi: Pesan Esemka, Jangan Telepon Saya

Polisi Bantah Nazar Telepon Istri dari Sel

VIVAnews - Muhammad Nazaruddin dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu 18 Januari 2012, mengungkap pernah menelpon istrinya, Neneng Sri Wahyuni yang saat ini menjadi buron.

Komunikasi itu dilakukan ketika Nazar di dalam tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Terkait hal itu, Juru Bicara Mako Brimob, AKBP Budiman membantahnya. "Kata siapa? Kalau di dalam mako ya tidak bisa telepon," kata Budiman ketika dihubungi VIVAnews.com, Kamis 19 Januari 2012.

Budiman tampak terkejut ketika dikonfirmasi mengenai pengakuan Nazaruddin itu. "Kalau begitu, hubungi karutan saja," kata dia.

Namun menurut kuasa hukum Nazar, Elza Syarief komunikasi itu dilakukan sejak lama. "Itu kejadian lama, sejak Agustus 2011," kata dia.

Menurut Elza, komunikasi itu dilakukan dengan menggunakan Blackberry milik mantan bendahara Demokrat tersebut. "Dan Blackberry itu sudah disita pihak rutan, jadi tidak ada komunikasi lagi sejak itu," kata Elza.

Sebelumnya, Nazar mengungkapkan dapat berkomunikasi dengan istrinya itu saat menjadi saksi untuk terdakwa pejabat pembuat komitmen di Ditjen Pembinaan Pengambangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Timas Ginting.

Nazar mengaku pernah menelpon Neneng dan menanyakan mengapa istrinya itu bisa ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Dalam perbincangan di telepon itu, kata Nazaruddin, istrinya bersumpah tidak pernah tahu proyek di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu.

Mendengar pernyataan Nazaruddin, anggota majelis hakim Sujatmiko penasaran. Hakim Sujatmiko spontan melemparkan pertanyaan soal teleponan dari balik jeruji. "Memang boleh menelepon di dalam penjara?" tanya hakim Sujatmiko Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 18 Januari 2012.

"Buktinya, saya bisa telepon istri saya," kata Nazaruddin yang kini meringkuk di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur. (eh)

• VIVAnews

READ MORE - Polisi Bantah Nazar Telepon Istri dari Sel