Polisi Temukan Penyebab Jembatan Kutai Runtuh
VIVAnews - Polisi belum menemukan indikasi korupsi dalam pembangunan atau pun perawatan Jembatan Kutai Kartanegara yang runtuh 26 November 2011. Hingga kini polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi ahli untuk mengungkap kasus yang menewaskan puluhan orang itu.
"Kami masih pada posisi mencari penyebab runtuhnya. Karena jembatan ini baru bisa diangkat," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Inspektur Jenderal Sutarman usai rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu malam, 1 Februari 2012. Polisi, lanjutnya, masih melakukan pemeriksaan secara laboratoris dan mengunakan jasa ahli dari beberapa perguruan tinggi.
Polisi menegaskan bahwa penyebab runtuhnya jembatan sudah diketahui. "Sudah ada tersangkanya, dari pihak pemerintah daerah dan pekerja sudah ada," kata Sutarman.
Apakah ada indikasi korupsi? "Belum," kata Sutarman tegas.
Polisi sudah menahan tiga orang tersangka. Dua tersangka berinisial YS dan HS ditahan pada 4 Januari 2012, sedangkan tersangka Manajer Proyek PT Bukaka MSF juga sudah ditahan.
YS sebagai Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) memiliki beberapa kewajiban dan ketentuan dalam rincian tugasnya seperti yang tertuang dalam kontrak. Oleh karena itu, YS harus bertanggung jawab.
Kapten ManCity Nge-Twit Jembatan Lebak Banten
VIVAnews - Kapten Manchester City, Vincent Kompany, ternyata menunjukkan sedikit kepeduliannya terhadap kondisi Indonesia. Meski berjarak ratusan kilometer dari Indonesia, nan jauh di sana, Kompany berkicau di Twitter tentang kondisi jembatan "Indiana Jones" di Lebak, Banten, Indonesia.
Kompany menulis "Indonesia, kids risking their lives on disintegrating "bridge" to go to school. #BigRealityCheck yfrog.com/h8lx5kuj" dalam akunnya @VincentKompany, satu hari lalu.
Dalam foto yang dimuat Kompany bergambar sembilan murid sekolah dasar dan SMP asal Indonesia, yang berjuang menyeberangi jembatan yang nyaris ambruk akibat diterjang banjir bandang.
"Indonesia, anak-anak mempertaruhkan nyawa di atas 'jembatan' hancur untuk berangkat ke sekolah," begitu kata pria asal Belgia ini.
Daily Mail sempat menulis, aksi mereka yang menyeberangi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sangiang Tanjung dan Desa Pasir Tanjung, Lebak, Banten, itu seperti Indiana Jones.
Sebagian besar komentator di akun Kompany memang diduga banyak dari Indonesia. Dari komentar yang ditulis, banyak yang membandingkan kondisi jembatan itu dengan tingkah laku anggota DPR di Indonesia.
Twit dari Kompany menuai komentar, salah satunya dari @YanAryanto yang menulis, "Kompany concerns about this problems, thousands miles away from him. Too bad our government officials don't."
Komentar juga datang dari akun @hathero yang menulis, "I'm Indonesian, I feel ashamed of this, when the people in the Parliament get a luxury facilities or the rich men steal our money from corruption, poor people like them just have something like that to live." (art)
Jembatan "Indiana Jones" Akhirnya Diperbaiki
VIVAnews - Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sangiang Tanjung dan Desa Pasir Tanjung, Lebak Banten, kini telah mendunia. Saat adegan dramatis dan mengerikan, anak-anak bergelantungan di jembatan rusak demi bisa bersekolah, tersebar.
Media Inggris, Daily Mail menggambarkan betapa beratnya perjalanan para pelajar Indonesia menuju ke sekolah. Bahkan menyamakan aksi mereka dengan adegan berbahaya di film Indiana Jones. "Aksi mereka seperti aksi di salah satu adegan di film Indiana Jones and The Temple of Doom," tulis Daily Mail.
Artikel tersebut langsung menuai komentar pembaca media populer itu. "Memalukan... di Indonesia? Aku sungguh tak percaya, 20 persen anggaran nasional untuk sektor pendidikan, tapi tak bisa membuat anak-anak nyaman," kata Arahkompas, warga Jakarta yang berada di Jepang.
Orang tua dari Durham, Inggris mengatakan, jika hal yang sama terjadi di negaranya, niscaya akan muncul ledakan kepanikan para orang tua siswa. "Sangat menyedihkan, anak-anak itu mengalami pengalaman mengerikan seperti itu."
Setelah ramai diberitakan di dalam negeri, juga dunia, pemerintah akhirnya turun tangan. Pemerintah Kabupaten Lebak,Provinsi Banten mulai memperbaiki jembatan gantung yang rusak akibat diterjang luapan banjir Sungai Ciberang minggu lalu.
Bah membuat salah satu bagian tali kawat penyangga jembatan dengan landasan bilah kayu tersebut putus. "Saat ini kami sedang melakukan perbaikan bersama warga sekitar jembatan, ujar Kepala Bagian Humas Pemkab Lebak Hayat Syahida ketika dikonfirmasi VIVAnews Jumat 20 Januari 2012.
Namun, Hayat tidak merinci lebih jauh perbaikan seperti apa yang dilakukan. Sebab, menurutnya secara teknis untuk perbaikan sedang dikaji di Bapeda Kabupaten Lebak. Dia menegaskan kondisi jembaran gantung yang rusak tersebut sudah di tinjau oleh bupati dan jajarannya. "Bupati berharap dalam perbaikan jembatan itu nantinya permanen tidak seperti sekarang ini," jelas dia.
Selain itu, untuk memudahkan dan mendekatkan akses jalan, rencananya juga akan dibuat jalan dari Kampung Ciwaru melalui Sabagi.
• VIVAnews