Showing posts with label Diperiksa. Show all posts
Showing posts with label Diperiksa. Show all posts

Diperiksa 5 Jam, Nunun: Saya Sehat

VIVAnews - Tersangka suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaetie, mengaku tidak tahu menahu perihal keterlibatan Miranda Swaray Goeltom dalam kasus suap yang dituduhkan kepadanya.

"Saya tidak tahu," kata Nunun Nurbaetie saat ditanyai keterlibatan Miranda dalam kasus suap DGS BI di kantor KPK, Jakarta. Selasa, 27 Desember 2011.

Nunun yang menggunakan kerudung hitam tampak sumringah menyapa wartawan, kali ini Nunun bersedia di foto para pewarta. Ia kembali mengaku dalam kondisi sehat. "Saya sehat," ujarnya.

Istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun diperiksa sekitar lima jam oleh penyidik KPK. Pemeriksaan Nunun berakhir pada pukul 13.20 Wib.

Miranda sudah berkali-kali membantah terlibat dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. "Saya tidak pernah menjanjikan memberi uang atau menjanjikan apapun kepada siapapun sebelum atau setelah pemilihan," kata Miranda usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 26 Oktober 2010.

Dugaan keterlibatan Nunun dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini beberapa kali disebut dalam persidangan terdakwa mantan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dudhie Makmun dan kawan-kawan. Dalam persidangan terungkap bahwa cek pelawat yang diterima Dudhie cs berasal dari Nunun melalui Arie Malangjudo.

Nunun berangkat keluar negeri dengan tujuan Frankfurt menggunakan Paspor Biasa pada Selasa, 23 Februari 2010 pukul 19.06 WIB dengan menggunakan Pesawat Lufthansa LH 0779.

Nunun akhirnya dapat ditangkap pada Rabu 7 Desember di Bangkok, Thailand. Pada Sabtu 10 Desember, Nunun dibawa kembali ke Jakarta dan kemudian ditahan di Rutan Pondok Bambu. (umi)

• VIVAnews

READ MORE - Diperiksa 5 Jam, Nunun: Saya Sehat

Gigit Penumpang, Petugas Busway Diperiksa

VIVAnews - Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta akan memberi sanksi tegas kepada petugas yang menggigit ibu jari penumpang pada Sabtu, 3 Desember 2011 lalu, jika terbukti bersalah.

Saat ini Hari Maulana, nama petugas itu, untuk sementara waktu dibebastugaskan hingga proses pemeriksaan selesai.

"Jadi belum dapat kami simpulkan. Tapi kesimpulan sementara petugas terdesak karena penumpang melakukan pemukulan terlebih dahulu sebanyak dua kali dan berkata kotor," ujar Asisten Manajer Pengendalian Operasional BLU Transjakarta, Bano Yogaswara, di Jakarta, Senin, 5 Desember 2011.

Menurut Bano, saat peristiwa terjadi petugas memang melanggar standar operasional prosedur (SOP) karena menerima telepon di atas bus.

Sesuai SOP, baik pramudi atau petugas on board, dilarang kontak fisik dengan penumpang dan bermain handphone.

Namun menurut keterangan petugas, dirinya menerima telepon karena sang ibu sedang sakit. "Saat terjadi pemukulan telepon genggam milik petugas juga terjatuh. Tapi pemeriksaan masih terus berjalan dan akan kami dalami lagi," kata Bano.

Dia mengungkapkan jika dalam pemeriksa petugas bersalah akan diberikan sanksi sesuai dengan kesalahan. Pihaknya juga akan meminta keterangan dari beberapa saksi, seperti pramudi dan petugas patroli malam. Pihaknya juga mengundang korban untuk dimintai klarifikasi hari ini.

Seperti diketahui seorang penumpang, Yohanes Sulung (27) mendapat perlakuan buruk dari petugas bus TransJakarta, Hari Maulana. Jempol tangan Yohanes digigit hingga terluka.

Atas kejadian itu, Yohanes melaporkan Hari ke Polres Jakarta Barat. Peristiwa terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.30. Saat itu, korban menumpang bus TransJakarta dari Halte Permata Hijau.

Awalnya Yohanes menanyakan bus jurusan ke UKI, petugas sudah menjawab dengan baik. Yohanes terus bertanya karena tidak mengetahui pasti rute bus.

Namun karena tidak puas dengan jawaban petugas, penumpang kemudian mendorong dahi petugas dengan tangannya. Tak senang dengan perlakuan itu, petugas langsung meraih tangan lawan lalu menggigit ibu jarinya hingga robek. Keributan baru reda setelah petugas lain turun tangan melerai. (eh)

• VIVAnews

READ MORE - Gigit Penumpang, Petugas Busway Diperiksa

Korban Pelecehan Pejabat BPN Diperiksa

AppId is over the quota

VIVAnews - Korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) hari ini menjani pemeriksaan di unit Remaja anak dan wanita, Polda Metro Jaya. Korban diperiksa sebagai pelapor.

"Iya, hari ini salah satu korban diperiksa. Korban sudah datang pukul 10.00 WIB dan didampingi pengacara," ujar Kuasa hukum korban, Ahmad Jazuli di Jakarta, Kamis, 22 September 2011.

Kedua korban lain, kata Jazuli, akan diperiksa secara bergantian. Tetapi belum bisa dipastikan kapan pemanggilan tersebut dilakukan, karena kewenangan pemanggilan tersebut ada di penyidik.  Jazuli memastikan kedua korban siap diminta keterangan.

Kehadiran psikologi dalam setiap pemeriksaan, kata Jazuli, sudah tidak dibutuhkan, sebab korban sudah pulih setelah berkonsultasi dengan psikolog.
"Korban sudah pulih, jadi BAP kali ini hanya didampingi pengacara saja," kata Jazuli.

Seperti diketahui, pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) berinisial G dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin 13 September lalu atas dugaan pasal 294 ayat 2 KUHP tentang pencabulan.

Pejabat G itu merupakan direktur di salah satu direktorat di BPN, dan dilaporkan tiga perempuan yang merupakan staf dan sekretarisnya, berinisial AN (25), NPS (29), dan AIS (22).

Di dalam laporan resmi bernomor TDL/3124/1X/2011/PMJ/Dit.Reskrim.Um tertanggal 13 September, G dilaporkan telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap ketiganya. Pelecehan seksual itu diduga telah dilakukan pada 2010-2011.

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Korban Pelecehan Pejabat BPN Diperiksa

Penumpang Kapal Menuju Ambon Diperiksa Ketat

AppId is over the quota

VIVAnews - Kepolisian Resor Jakarta Utara, melakukan sweeping terhadap penumpang kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok, yang akan menuju menuju Ambon.

Sebanyak 498 penumpang kapal KM Ciremai jurusan Jakarta, Surabaya, Ternate, Ambon, Bau-Bau, diperiksa sejak memasuki kapal pada 13.00 Wib, Selasa, 13 September 2011.

Dalam periksaan ini, penumpang tidak hanya diperiksa saat melintasi satu pintu dengan X-Ray. Seluruh barang bawaan penumpang juga diperiksa saat mereka berada di dalam kapal. Sasarannya senjata api dan tajam. Hal ini dilakukan untuk membantu agar situasi kota Ambon tetap kondusif.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Jerry Siagian mengatakan, operasi tersebut melibatkan 200 personel, 150 dari polres Pelabuhan, 50 dari Polda dan keamanan pelabuhan.

"Tidak ada instruksi dari Mabes Polri atau Polda. Ini inisiatif Polres Pelabuhan, karena pelabuhan merupakan pintu masuk menuju Ambon," ucapnya.  

Bukan hanya barang bawaan, tapi barang cargo milik penumpang ikut diperiksa. "Operasi ini akan terus dilakukan sampai Ambon dinyatakan aman," jelasnya. (eh)

Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Penumpang Kapal Menuju Ambon Diperiksa Ketat