Kapal Pengangkut Anak Sekolah Tenggelam
VIVAnews - Sebuah kapal motor Sirage tenggelam di Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kapal motor ini membawa 40 lebih siswa SMP dan SMA.
Peristiwa nahas ini terjadi Jumat, 10 Februari 2012 sekitar pukul 06.15 WIB. Selain membawa penumpang, kapal motor juga membawa ratusan batang kayu segi olahan. Setiap hari, kapal motor ini memiliki rute Sungai Manur menuju Kota Pontianak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait penyebab tenggelamnya kapal motor ini.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, siswa kelas 2 SMA Kuala Mandor B diketahui bernama Inggus itu patah kaki. Sebagian siswa lainnya mengalami luka di kepala, lengan dan kaki.
Kejadian ini berbarengan dengan hujan lebat yang mengguyur Kota Pontianak dan Kubu Raya sejak pagi hari. (ren)
TNI: Teknologi Kapal Selam Korsel Rp1,08 M
VIVAnews - Indonesia berencana melakukan transfer teknologi kapal selam dengan Korea. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, untuk proses transfer teknologi tiga kapal selam ini, pemerintah menganggarkan sebesar Rp1,080 miliar.
"Kapal selam itu istilah lainnya adalah silent killer. Jadi kalau kapal selam sepi itu lumrah. Kalau ramai namanya kapal kobong (terbakar). Jadi jangan tanya-tanya terus, karena kapal selam itu senjata rahasia. Kalau setiap perkembangannya ditanya terus sama dengan mengekspos kemana-mana," ujarnya di usai Rapat Pimpinan Tahun 2012 di Gedung Kemenhan, Jakarta, Senin, 16 Januari 2012.
Menurut Soeparno, proses transfer teknologi ini sudah berjalan sesuai prosedur dan sudah memasuki proses tanda tangan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan ada tiga manfaat yang didapat dari transfer teknologi kapal selam dengan Korea.
Untuk kapal selam yang pertama diharapkan kita mengirimkan orang guna mempelajari dan ikut dalam pembangunan kapal selam. Kapal selam yang kedua, diharapkan kita sudah bekerjasama dengan ahli-ahli dari Korea mengerjakan kelanjutan dari kapal pertama. Sedangkan yang ketiga, diharapkan pekerjaannya ada di Indonesia dan kita sebagai pekerjanya, bukan disupervisi oleh Korea.
"Sekarang permasalahannya kita harus menyiapkan sumber daya manusianya," ujarnya.
Untuk SDM, pemerintah akan menggandeng akademisi, BPPT, dan Ristek. "Jadi tidak hanya dari PT PAL, tetapi kami juga akan meminta kepada akademisi seperti universitas ITS yang menguasai perkapalan dan kapal selam, dan juga dari BPPT dan Ristek," jelasnya.
Sementara itu, dari segi peralatan, kata dia, memang akan banyak yang harus dipersiapkan khususnya di PT PAL.
"Sampai saat ini belum ada survei. Nanti kami akan ada audit teknologi seberapa besar kemampuan teknologi kami, baru di dalamnya sarana dan prasarana, kemudian baru ditentukan anggaran," ungkapnya.
Eris mengungkapkan ada hal yang ingin dicapai dari transter teknologi kapal selam dengan Korea. Paling tidak kita sudah mempunyai SDM yang dapat memelihara kapal selam kita di kemudian hari sehingga perawatan dan lainnya tidak perlu ke luar negeri.
"SDM sangat dibutuhkan, karena satu kapal selam setiap 4-5 tahun harus masuk overhaul yang harus dikerjakan secara periodik dengan membongkar semuanya," tuturnya. (umi)
Belasan Kapal Nelayan Hilang Terjebak Badai
VIVAnews -- Belasan kapal nelayan di pesisir Pantai Padang terjebak badai tadi pagi, Selasa, 27 Desember 2011. Informasi dari Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencanan Sumatera Barat mengabarkan, hingga Selasa siang, belasan kapal nelayan ini belum kembali dari melaut sejak semalam.
"Kami sedang melakukan inventarisasi dari pihak keluarga di kampung nelayan Pasir Nan Tigo, baru satu orang yang sudah ditemukan," kata Kepala Pusdalops Penanggulangan Bencana Sumatera Barat, Ade Edward kepada VIVAnews.com.
Satu orang nelayan ditemukan di kawasan Pantai Parupuk Tabing. "Sejauh ini kami belum mengetahui kondisi korban yang ditemukan ini, laporannya masih terbatas," tambah Ade.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim dari Basarnas Sumbar sudah diturunkan ke lokasi untuk mencari belasan perahu nelayan tersebut. Pencarian terhadap nelayan ini belum bisa dilakukan karena terhalang gelombang tinggi.
Pencarian baru akan dilakukan setelah kondisi cuaca sedikit membaik. Terkait kondisi para nelayan yang diduga terjebak badai tersebut, hingga kini belum diketahui nasibnya.
"Bisa jadi mereka sandar di pulau-pulau terdekat sambil menunggu cuaca baik untuk kembali menepi," kata Ade.
Angin kencang yang menghantam pantai barat Sumbar tadi pagi mengakibatkan ketinggian gelombang meningkat. BMKG Maritim Teluk Bayur mencatat, ketinggian gelombang di pesisir pantai mencapai 1 meter hingga 2,5 meter.
Di perairan lepas, ketinggian gelombang diperkirakan lebih dari 3 meter. Kecepatan angin rata-rata berkisar antara 20 hingga 25 kilometer per jam. BMKG Maritim mengimbau agar nelayan di pantai barat Sumbar waspada terhadap cuaca buruk dan menghentikan kegiatan melaut untuk sementara waktu. BMKG memprediksi, imbas badai tropis ini akan mengancam Sumbar hingga pertengahan Januari 2012. (eh)
Laporan: Eri Naldi| Padang
Kapal Tanker Terbakar, 3 Luka Berat
VIVAnews - Kapal tanker Lentera Bangsa terbakar di area pengeboran lepas pantai PT Sinok Perairan Pulau Seribu, Jakarta Utara, Jumat 23 September 2011 pukul 09.00 WIB pagi tadi.
"Belum diketahui penyebab terbakarnya kapal tersebut. Yang baru kami terima ada korban luka 3 orang. Hingga kini kami masih menunggu kabar detail tentang kronologis dari pihak perusahaan atas kejadian tersebut," ucap Kapolres Pulau Seribu AKBP Hero Hendrianto Bachtiar.
Pihaknya belum menuju lokasi terbakarnya kapal nahas itu, karena rerkendala masalah transportasi. "Posisinya cukup jauh, berada pada 100 mil dari pantai Jakarta," paparnya.
Hingga saat ini, api masih berkobar di kapal nahas itu. Polisi juga masih mencari penyebab terbakarnya kapal tanker tersebut.
(Laporan: Arnes Ritonga | Jakarta Utara, Umi)
Api di Kapal Tanker Berhasil Dipadamkan
VIVAnews - Kapal tanker Lentera Bangsa terbakar di sekitar 100 mil lebih lepas pantai Jakarta tepatnya di pengeboran minyak PT Sinok. Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Hero Bachtiar mengatakan, sementara api sudah berhasil dipadamkan.
Saat ini, kata dia, sedang mengusahakan evakuasi karyawan. "Informasi dari perusahaan korban luka bakar ada tiga orang. Sementara ABK yang ada di kapal ada 30 orang," kata Bachtiar di Jakarta, Jumat 23 September 2011.
Kapal ini merupakan kapal pengangkut akomodasi untuk keperluan sehari-hari pekerja di PT Sinok. "Sampai sekarang kita belum menjangkau ke sana karena alat transportasi yang kita punya tidak memungkinkan untuk menyentuh TKP karena hanya punya kapal ukuran kecil," tambahnya. "TKP jauh dan terpencil," kata dia lagi.
Menurutnya di sana sudah ada petugas kepolisian yang rutin berjaga. Selain itu ada juga Marinir. "Kalau petugas kita ada empat personel yang jaga di sana," ungkap dia.
Sampai sekarang penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas juga belum
tahu dimensi kapal dan ukurannya seberapa besar. Nanti setelah bisa
berkomunikasi baru bisa diputuskan tindak lanjut seperti apa yang akan
diambil.
"Misalnya ada yang meninggl kita akan lakukan penyelidikan dan
olah TKP. Tapi kalau hanya luka-luka, itu mungkin tergantung kebijakan
perusahaan," tutur Bachtiar. (umi)
Penumpang Kapal Menuju Ambon Diperiksa Ketat
VIVAnews - Kepolisian Resor Jakarta Utara, melakukan sweeping terhadap penumpang kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok, yang akan menuju menuju Ambon.
Sebanyak 498 penumpang kapal KM Ciremai jurusan Jakarta, Surabaya, Ternate, Ambon, Bau-Bau, diperiksa sejak memasuki kapal pada 13.00 Wib, Selasa, 13 September 2011.
Dalam periksaan ini, penumpang tidak hanya diperiksa saat melintasi satu pintu dengan X-Ray. Seluruh barang bawaan penumpang juga diperiksa saat mereka berada di dalam kapal. Sasarannya senjata api dan tajam. Hal ini dilakukan untuk membantu agar situasi kota Ambon tetap kondusif.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Jerry Siagian mengatakan, operasi tersebut melibatkan 200 personel, 150 dari polres Pelabuhan, 50 dari Polda dan keamanan pelabuhan.
"Tidak ada instruksi dari Mabes Polri atau Polda. Ini inisiatif Polres Pelabuhan, karena pelabuhan merupakan pintu masuk menuju Ambon," ucapnya.
Bukan hanya barang bawaan, tapi barang cargo milik penumpang ikut diperiksa. "Operasi ini akan terus dilakukan sampai Ambon dinyatakan aman," jelasnya. (eh)
Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara