BJ Habibie Turun Tangan Lobi Pembebasan Tuti
VIVAnews - Mantan Presiden RI, BJ Habibie, akan turun tangan membantu pembebasan Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cikeusik yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.
"Sewaktu saya temui hari Jumat, Pak Habibie meminta doa dari masyarakat Indonesia agar lancar dan berhasil dalam mengemban misi ini," jelas kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Jumat malam.
Jumhur mengatakan, dirinya sudah menemui BJ Habibie untuk menyampaikan harapan agar mantan Presiden RI ini bisa mengupayakan pembebasan Tuti dengan maksimal. Harapan ini juga disampaikan pihak keluarga Tuti melalui ayahnya, Alil Warjuki saat bertandang ke BNP2TKI beberapa waktu lalu.
Permintaan agar BJ Habibie turut membebaskan Tuti, kata Jumhur, dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan WNI/TKI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Permintaan tersebut pun langsung memperoleh persetujuan BJ Habibie.
"Pak Habibie selaku negarawan sangat terpanggil moral dan tanggungjawabnya guna menyelamatkan nasib Tuti yang sedang terancam hukuman mati, sehingga bersedia berangkat ke Arab Saudi bersama tim Satgas," ujarnya.
Ditambahkannya, penunjukan BJ Habibie didasarkan usulan para pengacara dan sejumlah tokoh di Arab Saudi, untuk melibatkan mantan Presiden RI tersebut. BJ Habibie dipandang memiliki pengaruh internasional sebagai cendekiawan muslim dunia khususnya di lingkungan kerajaan maupun pengusaha ternama Arab Saudi.
Rencananya, BJ Habibie dan rombongan akan bertolak dari Jakarta menuju Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu 24 Desember 2011 malam melalui Jeddah. Diperkirakan rombongan akan tiba di Riyadh Minggu dan langsung dijemput Ketua Satgas Maftuh Basyuni serta Duta Besar RI di Riyadh, Gatot Abdullah Mansyur.
Di Riyadh, BJ Habibie akan bertemu pangeran Al Walid bin Talal Al Saud, pengusaha nomor wahid yang paling bepengaruh di keluarga kerajaan Arab Saudi sekaligus keponakan Raja Abdullah Bin Abdul Azis Al Saud.
"Pertemuan khusus itu akan membahas upaya memebaskan Tuti dari ancaman hukuman pancung, serta untuk meminta pangeran Al Walid bin Talal ikut memperjuangan dengan cara melobi pihak keluarga korban agar mau memaafkan Tuti," katanya.
Tuti, TKW asal Majalengka, Jawa Barat itu kini tengah meringkuk di penjara Kota Thaif, Arab Saudi. Dia dipenjara karena membunuh majikannya pada 11 Mei 2010 lalu. Namun, tindakan itu dilakukan Tuti bukan tanpa alasan. Tuti membunuh majikannya dengan pukulan kayu karena berulang kali memperkosanya.
Setelah menghantam majikannya, Tuti lari membawa uang gaji senilai 31.500 real Saudi dan sebuah jam tangan dari rumah keluarga majikannya. Namun, nahas lagi buatnya, pria yang berjanji menolong dia saat kabur, malah menyekapnya. Tuti lalu beramai-ramai diperkosa 9 pria. (umi)
Turun Pesawat, Jamaah Haji Dibekuk Polisi
VIVAnews - Nasib seorang jamaah haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Asep Dirman bin Kartowi (39) ini sungguh memprihatinkan. Baru beberapa saat turun dari pesawat Saudi Airlines yang menerbangkannya dari tanah suci Mekah, dia langsung dibekuk polisi atas tuduhan penipuan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu 7 Desember 2011 pukul 06.00 WIB. Saat itu, kelompok terbang (kloter) 73 baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Beberapa polisi, ternyata telah siap menjemputnya.
Usut punya usut, jamaah haji asal Bojongmangu, Tambun Selatan, ini namanya Daftar Pencarian Orang karena diduga terlibat dalam kasus penipuan. “Kasusnya apa, masih kami selidiki,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Nurohmat.
Sementara itu, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Shobirin membenarkan penangkapan Asep tersebut. “Sebelum berangkat ke tanah suci sebenarnya dia akan diamankan. Tapi karena ada kesepakatan, akhirnya tersangka diberikan waktu untuk menunaikan ibadah haji,” katanya.
Penangkapan dilakukan petugas berpakaian preman, disaksikan pihak keluarga tersangka dan ratusan jamaah kloter 73. Saat ini tersangka masih diamankan dan dimintai keterangan di Polresta Bekasi Kabupaten.
Laporan : Erik Hamzah l Bekasi, umi
Perkosaan Bikin Penumpang Angkot D02 Turun
VIVAnews - Para sopir Angkutan umum D02 jurusan Ciputat-Pondok Labu mengaku geram dengan kelakuan tidak bermoral yang dilakukan oleh empat orang rekan sopir yang menjadi tersangka kasus perkosaan di dalam mobil.
"Gara- gara kelakuan mereka akhirnya yang jelek kami semua. Kami semua cari makan benar," kata Andi (22), salah satu sopir angkot D02 yang berasal dari Purwokerto saat ditemui VIVAnews.com di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat 16 September 2011.
Apakah Andi kenal para pelaku pelecehan? Andi hanya mengatakan mengenalnya, namun tidak secara spesifik. Andi menegaskan, keempat tersangka itu merupakan supir 'kalong' alias bukan supir resmi.
Andi juga mengeluhkan pendapatannya menurun karena ada peristiwa ini. "Turun, biasanya kami dapat Rp300 ribu kotor, sekarang paling Rp200 ribu. Malah sempat tidak dapat sama sekali karena harus setoran Rp150 ribu, cuma buat makan saja," sesal Andi.
Menurut salah satu sopir D02 lainnya, Asril (60), turunnya pendapatan mereka dikarenakan penumpang menjadi takut naik angkot. Ini diakibatkan adanya kasus pelecehan didalam angkot D02.
"Penumpang kalau naik sekarang pilih-pilih, lihat muka sopirnya. Padahal kan kalau muka serem belum tentu kelakuannya jelek," kata Asril yang mengaku telah menjadi supir D02 selama 30 tahun.
Hingga kini polisi masih memburu tiga tersangka pelaku perampokan dan pemerkosaan karyawati di dalam angkutan kota (angkot). Salah satu pelaku langsung diidentifikasi dan dilaporkan korban, lalu ditangkap polisi. (eh)