Showing posts with label Bikin. Show all posts
Showing posts with label Bikin. Show all posts

Foke: Di Angkot Pake Rok Mini, Bikin Gerah

AppId is over the quota

VIVAnews - Maraknya aksi kejahatan dalam angkutan perkotaan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Utamanya, pemangku kepentingan.

Menanggapi masalah itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Polda Metro Jaya akan membahas masalah keamanan angkutan perkotaan yang beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan kriminalitas.

Selain akan meningkatkan pelayanan keamanan bagi warga Ibukota, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau masyarakat, khususnya wanita, untuk menjaga keamanan saat menggunakan jasa angkutan.

"Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet, orang duduk depannya pakai rok mini agak gerah juga kan. Kalau orang naik motor pakai celana pendek ketat lagi. Bayangin aja, itu yang ikut di belakangnya bisa goyang-goyang," kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Jumat, 16 September 2011.

Foke begitu dia disapa, juga meminta masyarakat agar tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat berada di angkutan umum. "Perlu menyesuaikan lingkungan sekelilingnya untuk tidak memancing orang melakukan hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Direktur Insitut Studi Transportasi, Darmaningtyas menilai,
maraknya pemerkosaan di dalam angkutan perkotaan karena tidak dilaksanakannya UU Lalu Lintas Nomor 2 tahun 2009. Di dalam UU tersebut dituliskan bahwa angkutan umum harus dikelola oleh badan hukum.

"Kalau bus besar ini kepemilikannya jelas, seperti Mayasari, Steadysafe, PPD, sehingga jika ada persoalan hukum yang terjadi disana kita menuntutnya gampang. Tapi kalau angkot ini kepemilikannya personal. Sehingga kalau ada kasus seperti pemerkosaan atau pembunuhan itu sulit dilacak," ujarnya.

Darmaningtyas menegaskan, Pemprov DKI dan kepolisian harus mendorong pembenahan proses kepemilikan angkutan perkotaan tersebut agar tindak kriminalitas dapat diminimalisir.

"Itu harus dilaksanakan karena dengan adanya badan hukum ketika ada persoalan hukum masyarakat mudah mengadukannya," ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, angkutan perkotaan di Jakarta mayoritas dimiliki secara personal, tanpa ada pool. Sehingga tak ada pihak yang dapat bertanggungjawab apabila ada masalah hukum terjadi.

Dia menilai, secara individu itu sulit untuk mempunyai pool sendiri. "Seperti kita lihat angkot itu banyak parkir di pinggir jalan, kalau dengan UU yang baru sebetulnya angkutan umum itu harus punya pool sendiri sehingga perawatannya terjaga dan kalau ada masalah apa-apa bisa terlacak," tandasnya.

Siapa yang berwenang mendorong hal ini terealisasi, dia menyatakan, Kepolisian dan Dishub DKI. "Mereka harus bersinergi. Kepolisian dalam menegakkan aturan, Dishub DKI itu dalam membuat aturan perizinan bisnis angkot," ucapnya. (eh)

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Foke: Di Angkot Pake Rok Mini, Bikin Gerah

Perkosaan Bikin Penumpang Angkot D02 Turun

AppId is over the quota

VIVAnews - Para sopir Angkutan umum D02 jurusan Ciputat-Pondok Labu mengaku geram dengan kelakuan tidak bermoral yang dilakukan oleh empat orang rekan sopir yang menjadi tersangka kasus perkosaan di dalam mobil.
 
"Gara- gara kelakuan mereka akhirnya yang jelek kami semua. Kami semua cari makan benar," kata Andi (22), salah satu sopir angkot D02 yang berasal dari Purwokerto saat ditemui VIVAnews.com di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat 16 September 2011.

Apakah Andi kenal para pelaku pelecehan? Andi hanya mengatakan mengenalnya, namun tidak secara spesifik. Andi menegaskan, keempat tersangka itu merupakan supir 'kalong' alias bukan supir resmi.

Andi juga mengeluhkan pendapatannya menurun karena ada peristiwa ini. "Turun, biasanya kami dapat Rp300 ribu kotor, sekarang paling Rp200 ribu. Malah sempat tidak dapat sama sekali karena harus setoran Rp150 ribu, cuma buat makan saja," sesal Andi.

Menurut salah satu sopir D02 lainnya, Asril (60), turunnya pendapatan mereka dikarenakan penumpang menjadi takut naik angkot. Ini diakibatkan adanya kasus pelecehan didalam angkot D02.

"Penumpang kalau naik sekarang pilih-pilih, lihat muka sopirnya. Padahal kan kalau muka serem belum tentu kelakuannya jelek," kata Asril yang mengaku telah menjadi supir D02 selama 30 tahun.

Hingga kini polisi masih memburu tiga tersangka pelaku perampokan dan pemerkosaan karyawati di dalam angkutan kota (angkot). Salah satu pelaku langsung diidentifikasi dan dilaporkan korban, lalu ditangkap polisi. (eh)

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Perkosaan Bikin Penumpang Angkot D02 Turun