Showing posts with label Taman. Show all posts
Showing posts with label Taman. Show all posts

FOTO: Singa Taman Satwa Jurug Lepas

VIVAnews - Singa Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo yang sempat lepas dari kandangnya, telah berhasil ditangkap kembali, Selasa 31 Januari 2012.

Direktur Taman Satwa Taru Jurug, Solo, Lilik Kristianto mengatakan lepasnya singa yang bernama Oni disebabkan kesalahan manusia. Pintu kandang lupa dikunci oleh penjaga.

Terlepas dari kandang, singa lapar itu langsung menerkam salah satu unta yang kandangnya terletak sekitar 30 meter dari kandang singa.

Diterkam dengan ganas, unta naas itu mengalami pendarahan hebat, kritis, dan akhirnya mati pada sore harinya. Karena menderita luka yang sangat parah dibagian kepala dan perutnya.

Setelah beberapa jam lepas dari kandang, tim yang terdiri dari Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam berhasil melumpuhkan si raja hutan. Setelah berhasil dilumpuhkan di pojok salah satu kandang unta, tim langsung membawa kembali singa itu ke kandangnya.

Lihat foto-foto singa Oni dilumpuhkan di tautan ini.

(eh)

 

• VIVAnews

READ MORE - FOTO: Singa Taman Satwa Jurug Lepas

Menyelam Sampah di Taman Laut Bunaken

VIVAnews - Taman Laut Bunaken, salah satu biodiversitas kelautan yang tertinggi di dunia, dengan underwater great walls atau hanging walls, dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas, favorit penyelam lokal dan mancanegara, memiliki penghuni baru yang sayangnya sangat tak diharapkan: sampah.

Keberadaan buangan manusia ini sejatinya sudah dikeluhkan sejak tahun 2000. "Sudah sejak tahun 2000 kami teriak, tetapi tidak ada tanggapan pemerintah. Taman Laut Bunaken sekarang sudah kaya dengan sampah," ujar Direktur Pengelola Taman Nasional Bunaken, Jeffry Pasinaung kepada VIVAnews.com, Selasa 17 Januari 2012.

Dia menambahkan, pihaknya sering melakukan bersih-bersih pantai untuk mengangkat sampah-sampah plastik juga kayu log yang terbawa aliran air. "Waktu lalu sudah 20-40 persen, dan sekarang malahan bertambah mejadi 50-60 persen. Waktu kami melakukan bersih-bersih, pihak pemerintah terkesan cuek dengan hal ini, pemerintah hanya selalu melakukan simbolis untuk bersih-bersih pantai," katanya.

Jeffry berharap, pemerintah provinsi Sulawesi Utara, ikut prihatin dengan persoalan yang ada di Bunaken "Sekarang ASEAN Tourism Forum sudah selesai digelar, pasti persoalan sampah plastik di-ninabobo-kan lagi. Sampah plastik dan kayu log berasal dari Kalimantan dan Sulawesi Tengah," ungkap dia

Padahal terumbu karang Bunaken memiliki posisi signifikan di antara kekayaan terumbu Indonesia. Negeri ini memiliki luas total terumbu karang sekitar 51 ribu kilometer persegi, yang menyumbang 65 persen luas total di coral triangle, dan 18 persen luas total terumbu karang dunia.

Menyelam sampah di Bunaken 2

Secara geografis, Indonesia terletak di antara benua Asia dan Australia serta di antara dua lautan yang luas, Lautan Pasifik dan Lautan Hindia.

Pusat keanekaragaman hayati laut dunia (Center of Marine Biodiversiy) terletak di kawasan yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini, dan Kepulauan Salomon.

Jika ditarik garis batas yang melingkupi wilayah terumbu karang di keenam negara tersebut, maka akan menyerupai segitiga. Itu sebabnya wilayah ini disebut sebagai segitiga karang dunia (coral triangle). Total luas terumbu karang di coral triangle sekitar 75 ribu kilometer persegi. (umi)

 

• VIVAnews

READ MORE - Menyelam Sampah di Taman Laut Bunaken