FOTO: Alquran Kayu Raksasa di Palembang
VIVAnews - Alquran raksasa setinggi 18,5 meter dan panjang 1,2 meter di Palembang, Sumatera Selatan, yang terbuat dari pahatan kayu menjadi Alquran terbesar di dunia. Ini merupakan Alquran pahatan kayu raksasa di dunia.
Alquran 30 juz dengan ukiran kayu itu dibuat selama sembilan tahun oleh para santri dan pengajar Pondok Pesantren Modern Indo Global Mandiri (IGM), Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.
Alquran yang dibuat dengan biaya Rp2 miliar itu sudah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin di Palembang, dalam acara Konferensi Parlemen Negara Islam anggota OKI (PUIC).
Alquran raksasa dengan 630 halaman ini terbuat dari ukiran kayu trembesi. Alquran yang menjadi daya tarik peserta konferensi internasional itu dibuat atas inisiatif tokoh muda Islam, Syofwatillah Mozaib.
Kini, Alquran fenomenal itu disimpan di Pesantren Al Ikhsaniyah di Gandus, Palembang. Alquran yang proses pemahatannya berlangsung pada 2003 sampai 2008 itu sebelumnya sempat dipamerkan dan disimpan di Masid Agung Palembang.
Ketebalan Alquran mencapai 9 meter dengan ukuran halaman 177 x 140 x 2,5 cm. Sebanyak 40 meter kubik kayu trembesi dihabiskan untuk membuat Alquran raksasa ini. Berikut FOTO: Alquran Raksasa Palembang Pecah Rekor Dunia
Warga Minta Ilmuwan Teliti 'Nyamuk Raksasa'
VIVAnews - Setelah dihebohkan dengan kemunculan serangga raksasa yang diduga nyamuk, warga Sumarrang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dilanda kekhawatiran. Mereka pun meminta pihak pemerintah setempat untuk melakukan penelitian terkait keberadaan binatang tersebut.
Warga mengaku takut binatang yang pertama kali muncul di daerah mereka bisa membahayakan. Sehingga mereka mengharap pemerintah maupun ilmuwan melakukan penelitian ilmiah.
"Kami orang tidak terlalu tahu binatang itu. Kami khawatir jika itu berbahaya atau siapa tahu nyamuk jenis baru," kata Harli, warga yang menyimpan binatang tersebut, Kamis, 19 Januari 2012.
Menurut Harli, warga Sumarrang saat ini sangat meyakini jika binatang tersebut adalah nyamuk. Hal itu terlihat dari ciri-ciri fisiknya. "Sama sekali bukan capung dan sangat beda, utamanya di bagian kepala. Binatang ini memiliki patok," kata Harli lagi.
Tak hanya warga, dugaan jika binatang tersebut nyamuk juga disampaikan Camat dan Kapolsek Campalagian yang sudah melihat langsung binatang di rumah Harli.
Informasi yang dihimpun, binatang itu memiliki panjang tubuh 2,2 centimeter, sayap 2,5 cm dan panjang kaki sekitar 7 cm.
Saat ini, binatang yang telah mati tersebut sudah "dimuseumkan" di rumah Harli. Dia menceritakan, nyamuk itu muncul Senin menjelang maghrib. Saat itu, kata dia, puluhan warga Sumarrang bersiap melaksanakan shalat maghrib berjamaah di masjid setempat. Namun saat akan mengangkat tangan untuk bertakbir, salah seorang jamaah melihat serangga aneh di samping imam.
Jamaah tersebut lantas memukul serangga tersebut dengan sajadah sebanyak dua kali. "Setelah binatang itu tak berdaya, saya berinisiatif mengambil binatang itu dan membawanya pulang ke rumah," kata Harli.