Showing posts with label Megawati. Show all posts
Showing posts with label Megawati. Show all posts

Megawati Heran Banyak Orang Senang Korupsi

VIVAnews - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta  seluruh kadernya mengendalikan diri dari korupsi, meski kekuasaan sangat menggiurkan.

Budaya korupsi, kata Mega, akan menghancurkan dan memusnahkan diri sendiri serta kebudayaan dan peradaban suatu bangsa.

"Berkali-kali saya tidak pernah lelah, hati-hati, awas. Jangan sampai terperangkap oleh masalah ini," kata Megawati dalam diskusi hukum 'Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Bebas Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat' di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 10 Februari 2012.

Mega meminta kadernya jangan sekali-kali melanggar hukum. Dia mengaku heran mengapa banyak orang 'senang' melanggar aturan yang kadang dibuatnya sendiri.

"Kok manusia senang banget ya coba-coba (korupsi). Satu perak eh nggak keliatan, seratus perak nggak kelihatan, Rp1 miliar belum kelihatan. Kebanyakan kan begitu, akhirnya keserakahan yang membuat rem lepas kendali," ungkapnya.

Mega mengaku, beberapa tahun terakhir selalu terusik dan berpikir agar kader PDI Perjuangan tidak terkontaminasi korupsi. Oleh karena itu, ia selalu berusaha untuk bisa mensosialisasikan jalan keluar dari masalah ini.

"Apakah karena memang mereka yang datang sebagai kepala daerah atau eksekutif maupun legislatif itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu," tanya Mega. (umi)

• VIVAnews

READ MORE - Megawati Heran Banyak Orang Senang Korupsi

Megawati: Aparat Lambat Proses Kasus Besar

VIVAnews - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyayangkan pemberantasan korupsi yang masih tebang pilih. Tapi, dia mengingatkan kadernya untuk tidak ikut-ikutan korupsi, sekecil apapun itu.

"Saya yang nanti kehabisan nafas. Entar saya ditelepon ada masalah hukum. Bagaimana nggak deg-degan saya ya," kata Megawati dalam diskusi hukum 'Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Bebas Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat' di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat, 10 Februari 2012.

Saat ini, sejumlah politisi PDI Perjuangan berada di balik bui karena berbagai kasus korupsi, salah satunya suap cek pelawat saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004. Politisi kawakan PDI Perjuangan, Panda Nababan, pun terjerat kasus ini.

Menanggapi nasib kadernya itu, Megawati mengaku miris. "Si Panda itu, untung orangnya begitu, keras melulu. Saya bilang 'Pan, mana ada ketua DPD di penjara'. Dia bilang, 'Biarin Mbak.' Terus saya bilang, 'Kok biarin. Ya sudah deh'," cerita Mega.

Melihat kader-kadernya itu, Megawati mengkritisi penegak hukum yang sangat cepat mengusut kasus kecil. "Tapi kalau yang besar kok kayaknya lambat sekali. Kok enak-enak saja mereka diambil [kader PDI-P], api-nya nggak ketahuan. Jadi rasa keadilan itu di mana?" ujar Mega.

• VIVAnews

READ MORE - Megawati: Aparat Lambat Proses Kasus Besar

Megawati: Governor, Open DESIGN

VIVAnews – The Chairman of PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, said his party still looking for the right character to be given by the Governor in the elections Jakarta 2012. Then, they are still open broad opportunities to anyone interested to run for a new leader.

"Now it's just one stage of penjaringan, meaning that anyone who wants to run, Yes please," said Mario bihalal halal Mega event of PDI Perjuangan in Istora Senayan, Jakarta, Sunday, September 11, 2011.

Megawati said, PDI Perjuangan did not want to bear the potential indiscriminate in the head area. To take the candidate must be through a rigorous selection mechanism, in accordance with existing rules.

"PDI perjuangan kan have rules on the issue of the elections. Our party rules very clear mechanism, "said the former President of RI.

After there are crawl names come in, then will be filtered. The screening will be done in the DPP PDI Perjuangan. "After the screening stage, the new recommendations. (Recommendations) that the decision of the Chairman, "explained Megawati.

What about Kansen Governor currently, Fauzi Bowo? "For everything entitled Kansen," Megawati said diplomatically.

Megawati's request, the presence of Fauzi Bowo on lawful bihalal held his party today do not have to be interpreted messes. "Yes it's okay to be interpreted to lawful bihalal," said the eldest daughter of President Sukarno.

Megawati refused to answer the question of whether the presence of his party at the Fauzi Bowo was to gain sympathy and political support to move forward in the PDI Perjuangan DKI Jakarta in the 2012 elections later.

His opinion, that can be said about it is its own Fauzi Bowo. "Ask just as he (Fauzi Bowo)," Megawati said.

As for the Fauzi Bowo, when asked about it nor does it answer with palpable. "Yes, as the Mega mother said earlier," said the Governor. (ren)

• VIVAnews

Peliculas Online

READ MORE - Megawati: Governor, Open DESIGN