Buruh Tutup Jalan, Kawasan Daan Mogot Macet
VIVAnews - Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Kota Tangerang, menggelar aksi menuntut kesejahteraan buruh. Aksi ini digelar dengan memblokir Jalan Daan Mogot Tangerang. Akibatnya, kemacetan panjang tidak dapat dihindari.
Buruh memblokir jalan mulai dari lampu merah Tanah Tinggi sekitar satu jam. Mereka melakukan unjuk rasa dengan melakukan orasi persis di tengah jalan.
Akibat aksi blokir jalan ini, akses jalan baik dari arah Kota Tangerang yang menuju ke arah Kaliders ataupun arah sebaliknya macet parah.
Selain itu, akses Jalan Sudirman dari Cikokol juga Jalan Pembangunan III arah dari Pintu M 1 Bandara Soetta juga ikut terhambat karena aksi buruh.
Sejumlah kendaraan memilih untuk berbalik arah menghindari perempatan lampu merah tanah tinggi. Masa buruh melarang pengguna jalan untuk melintas.
Dari pantuan VIVAnews, puluhan personel polisi dari Polres Metro Tangerang terlihat melakukan pengamanan. Satu mobil water canon juga sudah disiagakan dalam aksi kali ini.
Pengujuk rasa menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah no. 17/2005, yang dinilai syarat politik upah murah. Masa juga meminta penetapan kenaikan UMK Kota Tangerang tahun 201e dari Rp1,3 juta menjadi Rp2,8 juta, sesuai dengan kebutuhan hidup layak buruh.
"Kita juga menuntut reformasi dewan pengupahan kota Tangerang, dan menolak outsourcing," kata Sasmita koordinator aksi saat berorasi, Rabu 7 Desember 2011. (sj)
Laporan: Muhammad Iyus| Tangerang
Dua Jalan Layang di Jakarta Baru Rampung 50%
VIVAnews - Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Novizal, mengatakan saat ini pembangunan dua Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang baru memasuki penyelesaian pengangkatan balok.
Menurut dia, diperkirakan hingga akhir tahun ini pengerjaan akan mencapai 50 persen dari keseluruhan proyek. Dijadwalkan, pembangunan kedua jalan layang itu rampung pada 2012 mendatang.
"Kami perkirakan hingga akhir 2011, pengerjaannya sudah mencapai 50 persen secara keseluruhan. Karena semuanya sesuai dengan yang direncanakan," kata Novizal, di Jakarta, Senin, 5 Desember 2011.
Novizal menjelaskan setelah pengangkatan balok, akan dilanjutkan dengan pembuatan pagar jalan. "Itu dibuat untuk keamanan para pengendara yang melintas," kata dia.
Pembangunan dua jalan layang itu merupakan salah cara untuk mengurangi kemacetan di ibu kota, khususnya saat pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dimulai.
Jalan layang Antasari-Blok M dibangun sepanjang lima kilometer yang membentang dari Pasar Cipete hingga Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo.
Jalan layang yang terdiri dari lima paket tersebut juga dilengkapi dengan underpass sepanjang 600 meter, yang sudah dapat dilintasi pada akhir Desember mendatang.
Sedangkan jalan layang Kampung Melayu-Tanah Abang memiliki panjang 3,44 kilometer dengan tiga paket. Pembangunan berlangsung selama 630 hari atau 1 tahun 7,5 bulan dengan masa perawatan selama 180 hari.
"Kami perkirakan pembangunannya bisa selesai tepat waktu. Sehingga segera dapat digunakan oleh masyarakat," ujar Novizal.
Pembangunan kedua jalan itu membuat arus lalu lintas di lokasi bertambah macet. Seperti di ruas Jalan Casablanca, setiap harinya dari pagi hingga petang, kendaraan tersendat. Kemacetan diperparah oleh kendaraan yang keluar masuk Mal Ambassador. (ren)
• VIVAnewsJalan Pluit Yang Amblas Sudah Bisa Dilalui
VIVAnews - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Ery Basworo, mengatakan mulai kemarin ruas Jalan Raya Pluit yang amblas sudah dapat dilewati. Perbaikan sudah dilakukan sejak Minggu. Dan perbaikan itu menghabiskan biaya sebesar Rp 100 juta.
"Setelah mendapatkan informasi tentang amblasnya ruas jalan itu hari Sabtu lalu, kami langsung melakukan perbaikan pada Minggu sore," ujar Ery Basworo di Jakarta, Rabu 21 September 2011.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Peralatan dan Perbekalan (UPT Alkal) Dinas PU DKI Jakarta, Sintong Sianipar mengungkapkan pihaknya telah memasang tiga gorong-gorong atau saluran air yang terbuat dari beton dengan daya tahan selama 30 tahun lebih. Selain itu, satu saluran air beton juga dipasang.
Menurut Sintong, total saluran air beton yang ditanam dalam jalan tersebut ada sebanyak empat saluran yang berbentuk pipa box culvert ukuran 1,5 x 1,5 meter.
"Sebetulnya jalan amblas dikarenakan saluran air atau gorong-gorong di dalamnya runtuh. Gorong-gorong itu runtuh karena sudah tua, dibangun sejak tahun 1978 lalu. Jadi, daya tahannya sudah tidak baik lagi, akhirnya runtuh," terang Sintong.
Setelah saluran air beton dipasang, jalan rencananya akan diaspal kembali sehingga aman dilalui kendaraan bermotor. Perbaikan dilakukan dengan melibatkan 30 orang petugas Dinas PU DKI dan Polda Metro Jaya. "Karena kami menggunakan alat-alat berat milik Dinas PU, maka anggaran perbaikannya pun tidak terlalu mahal," tuturnya.
Sintong memastikan, perbaikan akan rampung dalam satu hari ke depan. "Mudah-mudahan besok jalan itu sudah aman dilewati kendaraan bermotor," jelas dia.
Parkir Bahu Jalan Hilangkan Ruang Publik
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengajak masyarakat sadar akan fungsi bahu jalan atau trotoar sebagai ruang publik. Tempat itu bukan area parkir kendaraan, atau berjualan pedagang kaki lima.
Menurut Direktur ITDP Indonesia, Milatia Kusuma, hal itu ditempuh melalui kampanye PARK(ing) Day bertema Kembalikan Ruang Publik Kami. Kampanye itu dilakukan agar masyarakat Jakarta mendapat informasi dan edukasi seluas-luasnya, juga pengambilan kebijakan tentang pentingnya ruang publik.
"Sebuah kota manusiawi adalah kota yang beri prioritas ruang untuk masyarakatnya agar dapat berinteraksi satu sama lain. Bukan kota yang memberikan ruang sebesar-besarnya untuk kendaraan bermotor pribadi," kata Milatia Kusuma di Jakarta, Jumat 16 September 2011.
Jalan Sabang atau sekarang disebut jalan H. Agus Salim, berdasarkan survey ITDP Indonesia, rata-rata dipenuhi sekitar 300 kendaraan pribadi yang parkir setiap jamnya di bahu jalan seluas 4.039 meter persegi tersebut.
"Dari total luas area jalan Sabang, kendaraan bermotor mendapatkan porsi ruang yang lebih besar yaitu sebesar 78 persen, sedangkan pejalan kaki dan ruang publik hanya mendapatkan porsi 22 persen," ujarnya.
Jalan Sabang dikenal sebagai area pusat kota Jakarta, memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan dan warga Jakarta. Area itu dikenal tempat kuliner malam hari, dan kegiatan komersial lainnya. Namun, setelah area kuliner direalokasi, bahu jalan atau trotoar berubah fungsi menjadi tempat parkir kendaraan pribadi.
"Aktivitas parkir itu menyebabkan kemacetan lalu lintas di area tersebut, hal ini pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas udara bersih di kota Jakarta, dan juga kualitas hidup masyarakat kota Jakarta," ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, menyatakan dukungannya pada kampanye ini. Menurutnya, ke depannya DKI akan menambah gedung parkir untuk memindahkan kendaraan-kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut.
"Dari Dishub DKI sendiri mendukung kampanye ini, kami memberi apresiasi kepada warga Jakarta dan ITDP, karena ini bisa dijadikan sebagai contoh. Biasanya warga jakarta itu harus diberi contoh dulu baru melaksanakan," ujar Pristono.
Pristono menyadari, tugas terberat yang disandangnya selama ini untuk membangun kota Jakarta adalah sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi hal itu ada kaitannya dengan peraturan atau kebijakan baru.
"Dengan hilangnya parkir kendaraan di bahu jalan, maka premanisme, sampah-sampah akan otomatis hilang. Masyarakat juga bisa nyaman berjalan kaki, dan daerah pusat perdagangan bisa semakin ramai," tuturnya.
• VIVAnews