Pilkada, Pj Gubernur Aceh Diminta Netral
VIVAnews- Belasan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Aceh berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu 8 Februari 2012. Mereka meminta Pejabat Gubernur Aceh bersikap netral dan tidak memihak calon gubernur tertentu dalam Pilkada Aceh.
"PJ Gubernur Aceh jangan hanya jadi boneka elit politik Aceh, PJ gubernur harus bersikap netral," kata Ibnu Sa'dan Adnan, koordinator aksi.
Masa jabatan kepemerintahan Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar berakhir hari ini. Pagi tadi, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi telah melantik Tarmizi Karim sebagai Pejabat Gubernur Aceh hingga terpilihnya gubernur definitif, dalam Pilkada Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2012 mendatang.
Tarmizi Karim sebelumnya menjabat sebagai Kepala Diklat Kemendagri dan pernah menjabat Plt Gubernur Kalimantan Timur. Tarmizi yang juga merupakan putra Aceh itu sebelumnya juga pernah menjabat bupati Aceh Utara.
Mahasiswa meminta pejabat gubernur harus menjamin agar Pilkada Aceh berjalan damai dan demokratis sehingga melahirkan pimpinan yang bermartabat. Pejabat gubernur Aceh juga diharapkan tidak terpengaruh dengan intervensi politik pihak manapun.
"Ini demi perdamaian abadi di Aceh dan agar pembangunan Aceh dapat berjalan lebih baik ke depan," kata Ibnu Sa'dan.
Menurutnya dalam pilkada otomatis masyarakat Aceh terpecah dalam menentukan sikapnya. Untuk itu PJ gubernur Aceh diminta untuk menjaga kerukunan masyarakat, dan memastikan tidak adanya bentrok antar pendukung calon.
"Kami berharap Aceh tetap damai dan tidak ada bentrok antar sesama hanya karena berbeda dalam memilih calon pemimpin di Pilkada," ujarnya.
0 Responses to “Pilkada, Pj Gubernur Aceh Diminta Netral”
Post a Comment