Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor di Bali
VIVAnews - Longsor kembali menimpa empat desa di Kabupaten Buleleng, Bali. Peristiwa itu terjadi secara sporadis. Keempat desa tersebut yakni Pancasari Kecamatan Sukasada, Kayu Putih Kecamatan Banjar, Kekeran Kecamatan Busungbiu, Ringdikit Kecamatan Seririt, Celukanbawang dan Desa Tinga-tinga.
Longsor terjadi akibat tingginya curah hujan dua hari belakangan. Peristiwa paling parah terjadi pada kemarin malam.
Kepala Pusat Pengendalian dan Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Bali, Gde Made Jaya Serataberan, mengatakan korban meninggal ada di Desa Pancasari, tepatnya di Dusun Dasong. Di tempat ini longsor menimbun dua balita, Ni Luh Sumita Sari (1,5 tahun), dan Puspitasari, bayi berusia enam bulan.
Mereka ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Keduanya meninggal akibat tertimbun rumah mereka sendiri yang tertimpa longsor. Sedangkan kedua orang tuanya mengalami luka-luka dan mendapat perawatan intensif.
"Semua petugas saat ini sudah turun ke lapangan dan sedang mendata kerugian. Sedangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bantuan sudah dikoordinasikan Pemkab Buleleng. Bantuan dari Provinsi Bali sudah turun ke lokasi," ujarnya, Minggu 5 Februari 2012.
Menurut Gde, longsor terjadi Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WITA. Kedua balita itu tewas lantaran tak sempat diselamatkan orang tua maupun warga. "Sementara orangtua dan warga lainnya masih bisa menyelamatkan diri," tuturnya.
Petugas dibantu warga lainnya berusaha mencari dan mengevakuasi korban pada malam itu, termasuk dua bayi malang tersebut.
"Kami sudah meminta BPBD dan pihak terkait untuk mengambil langkah yang diperlukan baik evakuasi, pemantauan dan bantuan lainnya kepada keluarga korban," kata Gde.
Tidak hanya itu, kata Gde, longsor juga menerjang sejumlah kecamatan di Buleleng. Selain merusak rumah warga, juga merusak infrastruktur sarana umum seperti jalan.
Gde menyebutkan longsor menerjang Desa Kayu Puti Kecamatan Banjar membuat jalan desa ambles. Hal itu juga terjadi di Desa Ringdikit Kecamatan Seririt, yang mengakibatkan beberapa rumah warga rusak parah tertimbun longsor.
Sementara sejumlah wilayah di Desa Celukan Bawang, RT 6, RT 7, RT 8 dan RT 9, saluran air tergerus rusak parah sehingga merusak beberapa bangunan rumah warga. Petugas setempat masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah kerugian akibat bencana itu.
0 Responses to “Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor di Bali”
Post a Comment